Rudi dan Rudy (2-Habis)

Kabar Baik dari Batam

Rudi dan Rudy (2-Habis)

2 min read

Gebrakan Wali Kota Batam Rudi dalam membangun kota ini bisa dibilang revolusioner. Maka tak ada salahnya juga belajar membangun kota yang maju dari sejarah perkembangan kota di dunia. Mungkin Rudi bisa belajar dari Rudy, Wali Kota ke 107 New York yang paling masyhur itu.

Nama lengkapnya adalah: Rudolph William Louis Giuliani, namun lisan barat biasa memanggil orang dengan nama yang berakhiran konsonan dengan menambahkan huruf “Y” di akhir kalimat. Misal “John”, jadi “Johny”, atau “Rick” jadi “Ricky” dan seterusnya.

Demikian juga “Rudolph”, jadi “Rudy”. Jadilah dia tenar dengan nama Rudy dan disanding dengan nama marganya dari Italia, “Giuliani”, jadi Rudy Giuliani.

Rudy lahir di Brooklyn 28 Mei 1944 itu adalah politikus, pengacara, dan pengusaha AS dari negara bagian New York.

Ia menjabat wali kota NYC selama 2 periode January 1, 1994 – December 31, 2001. Rudy Giuliani menjadi terkenal di seluruh dunia setelah serangan 11 September, ketika ia dijuluki oleh “Person of the Year” oleh majalah Time dan diberi gelar knight oleh ratu Elizabeth II. Setelah masa jabatannya habis, Giuliani mendirikan Giuliani Partners, sebuah perusahaan konsultan keamanan.

Bagaimana kiprah Rudy dalam mengubah New York? Langkah pertama yang dia lakukan dengan menata ulang Time Square.

Eko Laksono dalam bukunya “Metropolis Universalis: Belajar Membangun Kota yang Maju dari Sejarah Perkembangan Kota di Dunia”, menulis: Sulit dibayangkan pada pertengahan 1990-an Times Square adalah lokasi yang tak terlalu menyenangkan.

Area ini dipenuhi toko dan tempat pertunjukan x-rated di mana selalu terjadi kejahatan, bandar narkoba, dan gelandangan di pinggir jalan yang membersihkan kaca mobil sambil memaksa meminta uang.

“It is ridiculous to set a detective story in New York City. New York City is it self a detective story,” kata Agatha Christie pada suatu masa.

Bahkan Hollywood kerap membuat film yang bercerita tentang perjuangan melawan polisi-polisi korup, berlatar belakang di New York City ini. Misalnya film yang dibintangi Al Pacino, “Serpico”, dan “American Gangster” (Ridley Scott, 2007).

Melihat semua ini, Wali Kota Rudy Giuliani mengambil tindakan untuk segera membersihkan daerah tersebut. Jumlah polisi ditambah, dia lancarkan strategi baru untuk melawan kriminalitas bernama CompStat dan TQM.

Selain itu dia bikin konsep Broken Window Policy, setiap ada kerusakan fasilitas umum semisal kaca-kaca yang pecah, maka akan segera diperbaiki, coret-coretan grafiti selalu tidak pemah bertahan lama, dan beragam tempat yang banyak jadi sasaran vandlisme juga dijaga dengan ketat.

Hasilnya, saat ini Times Square khususnya dan New York umumnya adalah salah satu kota paling aman di seluruh Amerika.

Times Square kini dikenal “The crossroads of the world”, di mana semua pengunjung yang ingin melihat pusat dunia, pusat keuangan dunia, pusat perdagangan, pusat hiburan, seni dan budaya, pusat pendidikan dan teknologi, pusat media dan periklanan dunia (Madison Avenue), semua ada di sini.

Kembali lagi ke Batam. Akankah Rudi akan bisa menyamai kesuksesan Rudy? Waktu akan menjawabnya. ***

Berita Lainnya

1 min read
1 min read
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.