Milenial Indonesia Kumpul di Batam, Spirit Konservasi Alam

Kabar Baik dari Batam

Milenial Indonesia Kumpul di Batam, Spirit Konservasi Alam

2 min read

Sebanyak 400 peserta dari berbagai daerah di Indonesia terlibat dalam acara Jambore Nasional Konservasi Alam Nasional di kawasan wisata alam Mukakuning, Senin (5/8/2019).

Pelaksanaan Jambore Konservasi Nasional di Kota Batam dengan mengusung tema “Spirit Konservasi Alam Milenial” ini, berlangsung hingga Kamis (8/8/2019) akan datang. Bersamaan dengan acara ini juga digelar pameran Konservasi Alam Serta Produk Unggulan.

Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR) yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Jambore Konservasi Alam Nasional di Kota Batam. “Mudah-mudahan betah dan nyaman selama berada di Kota Batam,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemko Batam saat ini sedang membangun infrastruktur jalan di Kota Batam. Sebagai kota terbesar ke-3 kunjungan wisata mancanegara di Indonesia setelah Bali dan Jakarta, Batam menurutnya terus berbenah diri untuk menata infrastruktur.

“Mohon maaf jika perjalanan bapak/ibu terganggu dan merasa tidak nyaman. Insyaallah kami Pemko Batam terus memompa jumlah kunjungan wisata mancanegara ke Kota Batam,” ungkapnya.

Pembukaan acara Jambore Konservasi Alam Nasional ditandai dengan penabuhan kompang secara bersama-sama dan penyematan tanda peserta kepada perwakilan. Selanjutnya Dirjen beserta rombongan mengunjungi pameran konservasi alam serta produk unggulan.

Sementara itu, Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementrian Lingkungan Hidup, Wiratno saat membuka acara ini mengatakan, peran kaum milenial sangat penting dalam mendukung upaya konservasi sumber daya alam di Indonesia.

“Saya minta agar generasi milenial mendukung konservasi, praktik wisata alam yang bertanggung jawab, baik di gunung, pantai dan di area laut. Karena sudah banyak generasi muda yang ikut melakukan konservasi daya alam di Indonesia,” sebutnya memotivasi.

Katanya, imbauan perlindungan terhadap konservasi alam ini lebih efektif jika dilakukan melalui media sosial. Seperti unggahan Ditjen KSDAE terkait harimau Sumatra yang terkena jerat langsung mendapat ribuan “like”. Namun, tidak sedikit juga yang menggunakan media sosial untuk melakukan perdagangan satwa liar.

“Kita harus pantau kejahatan siber. Stop perdagangan satwa liar dan stop bullying terhadap satwa liar,” pesannya. ***
________
Sumber: Humas Pemko Batam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.