Pembangunan Masjid Sultan Gunakan Tubular Scaffolding System

Kabar Baik dari Batam

Pembangunan Masjid Sultan Gunakan Tubular Scaffolding System

1 min read

Saat ikut rombongan Walikota Batam H Muhammad Rudi (HMR) meninjau finalisasi Masjid Agung Sultan Mahmud Riayat Syah beberapa waktu lalu, tepat di bawah kubah banyak berdiri perancah jangkung dengan tinggi lebih 10 meter, dari dasar hingga menyentuh atap bagian dalam kubah raksasa itu.

Berdasar keterangan dari PT Adhikarya, perusahaan yang mengerjakan masjid yang akan diresmikan pada Jumat, 20 September 2019 nanti, perancah itu disebut scaffolding.

Namun, scaffolding yang digunakan membangun masjid terbesar se Sumatera ini bukanlah “kaleng-kaleng”. Ini adalah Tubular Scaffolding System dengan bentang frame 64 meter.

Tubular Scaffolding System ini dipilih karena dikenal dengan fleksibilitasnya sehingga dapat beradaptasi dengan semua jenis struktur yang memiliki bentuk kompleks.

Selain itu, sistem ini dapat menahan beban yang besar dan mudah untuk dirakit atau dibongkar. ⁣

Wow… Pantas saja meski dipanjat beberapa pekerja berbadan kekar, tak sedikit pun scaffolding ini bergeser.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.