Kisah Kasih Marlin dan Nyai Nora

Kabar Baik dari Batam

Kisah Kasih Marlin dan Nyai Nora

2 min read

Kedekatan Marlin Agustina Rudi dengan anak-anak, sudah sering kita saksikan. Siapapun itu, anak yang dia temui lamgsung disambut bagai anak sendiri. Namun bagaimana sikapnya terhadap para orang tua? Potret berikut ini mungkin bisa menjelaskan.

Peristiwa ini terjadi Kamis (22/8/2019) ketika Ketua Tim Penggerak PKK dan Bunda PAUD Kota Batam ini berkunjung ke Pulau Buluh
Kecamatan Bulang.

Ada dua agenda di sana, pertama: Pembinaan Akhlak Mulia Tim Penggerak PKK Kota Batam di Masjid Nurul Iman, Jalan Zakaria Akhmad Rt.04. Rw. 02. Kedua: kunjungan PAUD Temenggung Abdul Jamal, Pulau Buluh.

Selepas acara ini, istri Waikota Batam H Muhammad Rudi tersebut tak langsung pulang. Dia memilih jalan lain, masuk ke perkampungan, menyusuri jalan setapak, panjang berliku. Hingga sampailah ke sebuah rumah sederhana di bibir pantai. Ternyata dia menemui seorang ibu yang sudah tua.

Begitu berjumpa Marlin langsung takzim layaknya seorang anak pada ibundanya. Ibu yang sudah sepuh itupun kenyambutnya di balai-balai dengan rasa haru. Kontan saja pemandangan ini menarik perhatian warga sekitar.

Siapakah ibu tua yang dijumpai istri orang nomor satu di Batam Ini?
Apa hubungan Marlin dengan ibu tersebut? Beragam bertanyaan menggayut di sanubari puluhan pasang mata di sana.

Dari keterangan yang didapat Tim Riset dan Data katabatam, ibu sepuh itu bernama Nenek Nora. “Nyai” demikian Marlin memanggilnya.

Pertama kali Marlin kenal Nyai Nora ketika H Muhammad Rudi masih mejabat sebagai Wakil Walikota Batam, mendampingi Walikota Ahmad Dahlan.

Dalam setiap kunjungan ke Pulau Buluh, Nyai Nora-lah yang selalu menyiapkan masakan untuk disantap HMR. Masakannya enak, cocok di lidah, sehingga membuat Marlin belajar dan minta resep ke Nyai Nora.

Dari sinilah hubungan silaturahim itu bermula dan terus lestari sampai saat ini. Baik HMR dan Marlin selalu tak melewatkan ke rumah Nyai Nora setiap kali berkunjung ke Pulau Buluh. Apalagi saat ini fisik Nyai semakin sepuh oleh usia.

Katena sudah dekat, perbicangan pun tak lagi membahas masakan, namun lebih kepada seorang anak yang meminta nasihat akan akar dahan kehidupan kepada ibundanya.

Benar juga kata pepatah: Uang bisa dicari, ilmu bisa digali, tapi kesempatan mengasihi orang tua takkan terulang kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.