Lihat Masjid Sultan, Yang Di-Pertua Dewan Negeri Pahang Tak Henti Berdecak Kagum

Kabar Baik dari Batam

Lihat Masjid Sultan, Yang Di-Pertua Dewan Negeri Pahang Tak Henti Berdecak Kagum

2 min read

Ardiwinata: Ini Adalah Kunjungan Wisatawan Pertama

Meski belum diresmikan, nama Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah sudah masyhur ke mancanegara. Sampai-sampai, Rabu (11/9/2019) YB. Dato’ Sri Haji Ishak Bin Haji Muhamad, Yang Di-Pertua Dewan Negeri Pahang, Darul Makmur, Malaysia datang melihat langsung kemegahan “Istana Putih” di Batuaji ini.

Kedatangan petinggi negeri jiran beserta rombongan ini diantar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata.

Wisatawan pertama Masjid Sultan ini tampak terkagum-kagum melihat masjid nan megah berlapis marmer ini. Bahkan berulang kali dia memuji Walikota Batam H Muhammad Rudi (HMR), saat mengetahui bahwa Walikota terbaik Asia 2019 ini yang mencetuskan pembangunan masjid tersebut.

“Saya tak menduga ada masjid semegah ini di Batam,” bisiknya pada Ardiwinata.

Lebih kagum lagi setelah tahu bahwa semua bahan bangunan yang dipakai membangun masjid ini berasal dari dalam negeri.

Lama Ardiwinata memandu YB. Dato’ Sri Haji Ishak Bin Haji Muhamad beserta rombongan di Masjid Sultan. Yang ada hanyalah kekaguman demi kekaguman.

Sebagaimana diketahui, Masjid Sultan siap menyambut jemaah dan wisatawan pada Jumat, 20 September mendatang.

Meski belum diresmikan, pada Jumat itu nantinya akan digelar Tabligh Akbar Kemilau Muharram 1441 H.

Kegiatan tabligh akbar ini akan menghadirkan Ustaz Abdul Somad dan penceramah asal Malaysia Datok Kazim Elias.

“Kita mulai pukul 08.00 WIB. Sampai setelah Salat Jumat. Hari itu sekaligus pelaksanaan Salat Jumat perdana di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah,” kata Walikota Batam H Muhammad Rudi saat meninjau masjid di Tanjunguncang ini, Kamis (5/8/2019) sore lalu.

Ia mengundang seluruh umat muslim di Kota Batam untuk hadir pada acara tersebut. Sejumlah wisatawan mancanegara juga akan hadir pada tabligh akbar ini.

“Saya mengundang semua. Silakan hadir. Tidak dibatasi. Makan siang akan disiapkan sekitar 50 ribu nasi kotak, yang dikoordinir kecamatan masing-masing,” ujarnya.

Pada acara ini jemaah diharapkan datang dengan mengenakan pakaian muslim serba putih. Dan diminta untuk tidak membawa makanan maupun minuman berwarna.

“Kenapa tidak boleh bawa minuman berwarna, karena takutnya nanti tumpah. Sementara marmernya itu tidak boleh kena yang berwarna. Takut marmernya jadi berwarna,” kata dia.

Saat meninjau, Rudi juga sempat mengetes pengeras suara. Selain itu juga meminta lampu-lampu di ruangan salat utama dinyalakan. Ketika berada di tempat wudu rubanah, ia juga coba menyalakan keran air.

“Yang baru masuk itu listrik. Kalau air sudah lama. Airnya itu naik dulu ke tangki yang di atas baru dialirkan ke bawah. Penyelesaian yang lain tanggal 10 September. Menara juga bisa dimasuki tanggal 10 nanti,” terangnya.

HM menjelaskan pada awalnya masjid akan diresmikan pada 20 September 2019. Namun setelah dicek dan dibahas bersama Forum Koordinasi Perangkat Daerah, diputuskan untuk menunda peresmian.

“Minggu lalu juga sudah cek kesiapan, dan diputuskan khusus peresmian diundur sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Tapi tanggal 20, 21, 22 September kita buka untuk umum,” sebut mantan legislator ini.

Ia menjelaskan untuk tanggal 20 September dibuka karena akan ada kegiatan tabligh akbar. Sedangkan tanggal 21 dan 22 September dibuka karena merupakan akhir pekan.

“(Tanggal) 21, 22 itu Sabtu, Minggu. Takutnya ada yang datang mau lihat. Kalau ditutup kasihan. Jadi dua hari itu tetap k ita buka,” ungkapnya. ***
_________
Foto-foto: Ardiwinata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.