Pemko Batam Dipuji KPK dalam Mengelola PAD, Pemkab Lebak Ingin Belajar

Kabar Baik dari Batam

Pemko Batam Dipuji KPK dalam Mengelola PAD, Pemkab Lebak Ingin Belajar

2 min read

“KAMI ingin optimalkan pendapatan yang ada di Lebak. Kami disarankan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk belajar ke sini.”

Demikian disampaikan Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya memimpin langsung rombongan kunjungan kerja ke Kantor Walikota Batam, Kamis (17/10/2019). Rombongan Bupati Lebak ini disambut langsung oleh Walikota Batam H Muhammad Rudi (HMR).

Bupati Iti mengatakan kunjungan kerja ini bertujuan untuk menggali informasi terkait pengelolaan pajak di Kota Batam. Saat ini APBD Lebak sama seperti Batam, sekitar Rp 2,8 triliun. Namun pendapatan asli daerah (PAD) hanya Rp 340 miliar.

“Kami ingin optimalkan pendapatan yang ada di Lebak. Kami disarankan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk belajar ke sini,” ujarnya.

Wanita yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD ini menuturkan, salah satu langkah yang diambil Kabupaten Lebak adalah dengan mengelola pariwisata. Diakuinya kondisi geografis wilayah yang dipimpinnya berbeda dengan Batam yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia.

Sementara objek wisata unggulan Lebak adalah Baduy. Cukup banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung ke sana. Iti pun mengundang Walikota Batam untuk berkunjung ke Baduy.

“Kabupaten Lebak terdiri dari 28 kecamatan, 340 desa, dan 5 kelurahan. Kendala kami pada teritorial yang hanya berbatasan antar desa dan kampung yang disambungkan dengan jembatan gantung. Tapi ini tidak menyurutkan niat kami untuk mengoptimalkan pendapatan,” jelasnya.

Walikota Batam H Muhammad Rudi menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Bupati Lebak beserta rombongan yang telah berkunjung ke Kota Batam.

Pendiri Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah ini menjelaskan, APBD Kota Batam di tahun 2019 sama dengan Lebak, Rp 2,8 triliun. Tapi Rp 1,2 triliun di antaranya bersumber dari pajak dan retribusi daerah.

“Kita tidak ada hasil bumi, maka pajak dan retribusi menjadi harapan kami,” kata HMR.

Upaya optimalisasi pajak, Pemko Batam memasang tapping box di restoran dan hotel yang ada di Kota Batam. Dengan dipasangnya tapping box, pajak yang diterima Pemko Batam meningkat. Penerapan tapping box ini, Pemko Batam bekerja sama dengan Bank Riau Kepri. Bank daerah tersebut yang menyediakan sarananya.

“Membangun kota, satu kata, PAD harus tinggi. PAD nomor satu. Aturan wajib memakai tapping box ini memang tidak ada, tapi sebagai kepala daerah kita bisa mengeluarkan kebijakan. Karena tidak semua tempat usaha yang bisa terkoneksi dengan sistem ini,” ungkapnya.

Suami Marlin Agustina Rudi ini juga menjelaskan bahwa kini juga menjabat sebagai Kepala BP Batam sesuai PP No.62 Tahun 2019. Ia mengatakan akan memadukan pembangunan di Kota Batam sehingga ke depan Batam menjadi lebih baik. Sejak tahun 2016 menjabat sebagai Walikota Batam, Batam dibangun sebagai kota pariwisata. Tiga tahun berjalan, pertumbuhan ekonomi Batam yang pernah turun kini sudah tumbuh di angka 5 persen.

“Saya membangun jalan, kalau infrastruktur sudah bagus tentu orang akan berbondong-bondong datang ke kota ini. Untuk tahun ini target kunjungan Wisman ke Kota Batam 2,4 juta orang,” jelasnya.

Bersama rombongan Bupati Lebak turut hadir, Sekda Kabupaten Lebak, Dede Jaelani dan beberapa pimpinan OPD. Dalam kesempatan itu, Iti juga berkenan untuk menjalin kerjasama memasarkan produk UMKM yang ada di Kabupaten Lebak ke Kota Batam. ***
____________
Sumber: Humas Pemko Batam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.