FYI: Septic Tank Meledak, Satu Tewas

Kabar Baik dari Batam

FYI: Septic Tank Meledak, Satu Tewas

2 min read

Berita yang kami lansir dari laman Kumparan ini sempat viral awal bulan lalu. Kami angkat kembali agar Sedare Batam selalu waspada dan selalu menjaga sanitasi.

Nasib nahas menimpa S (44) warga Klender, Jakarta Timur. Lelaki yang sehari-hari bekerja sebagai sopir truk tinja ini meninggal terkena ledakan septic tank di kawasan Cakung, Jakarta Timur.

Kanit Reskrim Polsek Cakung, AKP Tom Sirait, menuturkan, peristiwa tersebut terjadi pada Senin (4/11/2019) sekitar pukul 11.30 WIB di sebuah perumahan kawasan Cakung, Jakarta Timur.

Ia mengatakan, insiden itu bermula saat S melakukan proses penyedotan WC di salah satu rumah.

“Setelah penyedotan tinja selesai untuk meyakinkan yang mempunyai rumah, korban mengambil koran lalu membakar koran tersebut. Meyakinkan bahwa proses penyedotan tinja telah selesai dengan bukti koran yang dibakar dan dimasukkan dalam septic tank telah padam,” ujar Tom saat dikonfirmasi, Selasa (5/11).

Namun tanpa diduga, beberapa saat kemudian, tiba-tiba septic tank tersebut meledak dengan mengeluarkan suara yang cukup besar.

“Sopir tersebut terjatuh ke dalam septic tank dan meninggal dunia dengan kondisi terluka,” katanya.

Pelajaran dari kasus ini, agar Sedare Batam jangan meletakkan api pada lubang septic tank, sebab di dalamnya ada gas metana (zat dalam kotoran manusia) yang rawan meledak.

Peneliti Utama Teknologi Lingkungan di Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI, Neni Sintawardani mulanya menjelaskan proses pembentukan gas metana yang disebut dengan proses anaerobik. Proses ini alami terjadi karena aktivitas mikroba bakteri yang ada dalam septic tank.

Dalam di septic tank itu terjadi proses alami yang disebut proses anaerobik. Proses anaerobik ialah proses yang menggunakan mikroba alami, yang biasanya sudah ada di dalamnya (septic tank).

“Proses itu nggak boleh ada oksigennya karena bakteri itu bisa hidup tanpa oksigen, makanya kenapa septic tank itu harus ada di kedalaman tertentu, kedap udara dan ada pipa saluran gasnya,” kata Neni saat dihubungi detikcom, Rabu (6/11/2019).

Selama proses tersebut, lanjut Neni, mikroba melakukan proses penguraian tinja hingga menghasilkan biogas. Salah satu biogas yang dihasilkan ialah gas metana (CH4). Gas ini memiliki sifat yang mudah terbakar.

Apabila septic tank tak memiliki saluran pipa pengularan yang layak, menurut Neni, gas akan mencari lubang lain. Bahkan, gas bisa juga keluar dari lubang WC.

Yuk, jaga sanitasi kita. ***

_________
Sumber: kumparan.com dan detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.