Kala HMR-HAM Ngopi

Kabar Baik dari Batam

Kala HMR-HAM Ngopi

1 min read

Seandainya gelar pahlawan bisa diberikan pada tanaman, mungkin gelar itu akan disematkan pada kopi. Kopi telah memicu revolusi awal kebangkitan kesadaran Indonesia, melalui buku Max Havelaar: Or the Coffee Auction of the Dutch Trading Company.

Saat itu Belanda kaya raya karena menjual kopi dari Jawa (dikenal dengan java) hasil tanam paksa, ke seluruh dunia. Dari Belanda, kopi java digandrungi masyarakat Eropa. Sampai-sampai Napoleon Bonaparte berkata, “Saya lebih suka menderita bersama kopi daripada kehilangan akal.”

Ngomong-ngomong soal kopi, Walikota Batam H Muhammad Rudi (HMR) dan Wakil Walikota Batam H Amsakar Achmad (HAM) juga kerap ngopi bersama.

Selama ini HMR – HAM dikenal sebagai pribadi nan ramah. Hubungan keduanya sangat akrab, komunikasi mengalir apa adanya.

Karena sudah kompak, maka koordinasi bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Tak harus di kantor, di warung kopi pun juga oke. Yang penting pesan sampai, solusi diambil, dan tindakan dijalankan secepatnya. Karena kecepatan melayani menjadi kunci reformasi birokrasi.

Seperti tampak di foto ini, keduanya tampak sedang senda gurau di sebuah kopi tiam, melepas lelah sejenak dari aktivitas yang kian padat. Biasanya kopi tubruk selalu jadi teman setia.

Tapi, kok di foto itu kopinya tak ada? Iya, sebab gambar ini diambil saat pesanan belum diantar. Hehehe.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.