Krisis Air Ancam Batam, IPAL jadi Solusi Tambah Pasokan Air

Kabar Baik dari Batam

Krisis Air Ancam Batam, IPAL jadi Solusi Tambah Pasokan Air

2 min read

Kebutuhanย air bersih yang terus meningkat setiap tahunnya, tentu harus menjadi pertimbangan bagi pemerintah sebagai pemilik waduk di Batam untuk terus mengembangkan sumber-sumber air baku baru agar bisa diolah.

Berdasarkan catatan PT Adhiya Tirta Batam selaku pemegang konsesi pengelolaan air di Batam, ketersediaan air baku di kota ini kian tipis.

Lima waduk tadah hujan yang selama ini jadi andalan itu adalah Waduk Duriangkang, Waduk Mukakuning, Waduk Nongsa, Waduk Seiladi dan Waduk Seiharapan, sangat rentan terhadap ancaman krisis air bersih.

Bahkan, Waduk Seiharapan sedang berada di level kritis sehingga sejak 20 April 2019 diberlakukan penggiliran air bersih (Water Rationing).

Air baku yang ada saat ini harus melayani kawasan industri, perkantoran, fasilitas pelayanan publik, pariwisata dan tentu saja pelanggan rumah tangga.

Pesatnya pertumbuhan penduduk dan konsumsi air untuk industri dan domestik menghasilkan sebesar 7O persen penggunaan air bersih.

“Waduk kita tidak cukup, kita harus mengintegrasikan sumber air, mengembangkan konsep-konsep sumber air Iainnya, sehingga kita bisa memenuhi sumber air, baik melalui recycle air limbah juga pengelolaan desinalisasi. Karena diketahui kebutuhan air Barelang sampai dengan tahun 2045 sampai tujuh ribu liter per detik atau dua kaIi kebutuhan air kita saat ini,” ujar Kepala Kantor Air dan Limbah BP Batam, Binsar Oktavidwin Tambunan.

Karena itulah Badan Pengusahaan Batam memperkenalkan sebuah solusi pengembangan konsep pengelolaan air dan limbah secara terpadu, guna mendukung ketersediaan air di Batam, Rempang dan Galang hingga 30 tahun mendatang.

“Kami menggambarkan mengenai Batam integrated total water management di mana menyinergikan antara potensi ketersediaan air, pengelolaan air limbah, desilanisasi dan daur ulang (rycycle) sistem sehingga hal ini bisa mendukung ketersediaan air sampai tahun 2045 mendatang,” ujarnya.

Bentuk dari konsep tersebut adalah Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) atau waste water treatment plant (WWTP) yang kini dibangun di Bengkong Sadai dan akan selesai akhir tahun 2020.

Binsar juga menjelaskan bahwa konsep Batam Integrated Total Water Management tersebut merupakan solusi untuk menambah pasokan air bersih di Batam.

Dengan prosedur diolah melalui teknologi, recycle dan desinalisasi untuk memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat dan industri.

“Mulai dari air hujan yang ditampung di lima waduk kemudian diolah menjadi air bersih, air bersih dalam perjalanannya akan menjadi air limbah, ini akan diolah sehingga tidak mencemari lingkungan maupun sumber air kita,” ujarnya. ***
________
Sumber: Media ATB & Tribunnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright ยฉ Katabatam.com | Newsphere by AF themes.