Selain Penghijauan, IPAL jadi Solusi Lawan Krisis Air

Kabar Baik dari Batam

Selain Penghijauan, IPAL jadi Solusi Lawan Krisis Air

2 min read

Kabar bahwa Batam diperkirakan akan krisis air dalam waktu enam bulan sampai 1 tahun ke depan, juga sudah sampai ke telinga Walikota Batam/Kepala Badan Pengusahaan Batam H Muhammad Rudi (HMR).

“Sudah ada info dari Kementrian PUPR yang membidangi waduk dan juga ATB bahwa dalam enam bulan sampai setahun ke depan akan terjadi krisis air di Batam,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Untuk itu, HMR segera memerintahkan camat dan lurah segera informasikan ke masyarakat agar menanam pohon di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing.

Mengapa krisis? Sebab sumber air baku disinyalir tidak sebanding dengan kebutuhan konsumsi penduduk Batam.

Selain melakukan penghijauan, HMR juga menitip pesan agar warga menegur dan melaporkan apabila melihat ada yang menebang pohon di kawasan hutan lindung.

“Hutan yang ada jangan diganggu. DAM harus kita jaga dan kita bersihkan. Waduk kita dulu mampu menampung 1.000 kubik sekarang hanya bisa menampung 500 kubik. Ayo hijaukan lingkungan kita supaya tidak gersang,” ucapnya.

Di sisi lain, BP Batam pun sudah bergerak untuk menyiasati ancaman krisis air tersebut dengan menawarkan pengembangan konsep pengelolaan air dan limbah secara terpadu, guna mendukung ketersediaan air di Batam, Rempang dan Galang hingga 30 tahun mendatang.

Solusi tersebut adalah Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) atau waste water treatment plant (WWTP) yang kini stasiun pompanya dibangun di Bengkong Sadai dan akan selesai akhir tahun 2020 mendatang.

Manfaat IPAL kata dia tentunya sangat banyak diantaranya menjaga kualitas dan kuantitas air waduk, menjaga kualitas perairan agar tetap bersih, menjaga saluran drainase/parit, sungai, pantai dari pencemaran limbah domestik, estetika lingkungan terjaga bersihg, hijau dan asri.

Tak hanya itu, IPAL juga menghasilkan pupuk berkualitas yang bisa digunakan untuk penghijauan hutan kota, taman kota, dan taman-taman lingkungan.

Selain itu juga, peningkatan kesehatan masyarakat karen lingkungan bersih dari bibit-bibit penyakit. Dengan estetika lingkungan yang bersih serta kualitas air terjaga maka akan meningkatkan investasi serta wisatawan ke Batam. ***
_______
Foto: Walikota Batam/Kepala Badan Pengusahaan Batam H Muhammad Rudi/HMR (kiri, berdiri) saat melakukan penghijauan di Jalan Raden Patah, Minggu lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.