Serius tapi “Santuy”, Kak Jefridin Kupas Rahasia Kepemimpinan

Kabar Baik dari Batam

Serius tapi “Santuy”, Kak Jefridin Kupas Rahasia Kepemimpinan

2 min read

Ketua Harian Kwartir Cabang Pramuka Batam Kak Jefridin memberikan materi tentang kepemimpinan di Kegiatan Latihan Pengembangan Kepemimpinan Cabang Batam, Dewan Kerja Cabang Gerakan Pramuka Kwarcab Batam, Sabtu (30/11/2019) malam. Simak yuk.

Fokus kepemimpinan yang dipaparkan Kak Jef, yang juga Sekretaris Daerah Kota Batam ini khusus untuk para Ambalan dan Sangga.

Ambalan Penegak atau sering hanya disebut “ambalan” adalah satuan organisasi dalam Gerakan Pramuka yang terdiri atas paling banyak 32 orang Pramuka Penegak.

Ambalan Penegak dibagi dalam 4 Sangga, yang masing-masing sangga terdiri atas 6 – 8 orang Pramuka Penegak.

Ambalan Penegak merupakan tempat pembinaan Pramuka berusia 16 sampai 20 tahun yang disebut Pramuka Penegak.

Sebelum masuk ke inti, mantan aktivis kampus yang sudah lama direbus dalam kawah kepanduan ini menjelaskan tentang konsep kepemimpinan ala Ki Hajar Dewantara.

“Ing Ngarsa Sung Tuladha : Pemimpin harus mampu menjadikan dirinya panutan bagi orang yang dipimpinnya,” jelasnya penuh semangat.

Selanjutnya, Ing Madya Mangun Karsa : Pemimpin harus mampu membangkitkan semangat berswakarsa dan berkreasi pada orang orang yang dibimbingnya.

Yang terakhir, Tut Wuri Handayani : Pemimpin harus mampu mendorong orang orang yang diasuhnya beranl berjalan di depan dan sanggup bertanggung jawab.

“Ada beberapa gaya kepemimpinan, yakni otokratis, partisipatif, demokratis dan kendali bebas,” jelas suami Ketua DWP Kota Batam Hj Hariyanti Jefridin ini.

Otokratis: Menggunakan metode pendekatan kekuasaan dalam mencapai keputusan dan pengembangan strukturnya.

Partisipasif: Lebih banyak mendesentrelisasikan wewenang yang dimilikinya sehingga keputusan yang diambil tidak bersifat sepihak.

Demokratis: Pengembangannya menggunakan pendekatan pengambilan keputusan yang kooperatif.

Kendali Bebas: Pemimpin memberikan kekuasaan penuh terhadap bawahan, struktur organisasi bersifat Ionggar dan pemimpin pasif.

Hingga masuklah pembahasan materi utama: Peran Pimpinan Sangga dan Peran Pemimpin Ambalan. Di sini Jefridin yang saat itu didampingi istri, memaparkan beberapa kriteria (selengkapnya lihat grafis).

Yang menarik, saat memberikan materi Kak Jefridin tampak santai dan mengalir. Ini tercermin dari cairnya suasana hingga tanya jawab berjalan lancar. Bahkan sesekali diselingi tawa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.