Terbukti, BP Batam Langsung Rapikan lagi Jalan yang Terkena Proyek IPAL

Kabar Baik dari Batam

Terbukti, BP Batam Langsung Rapikan lagi Jalan yang Terkena Proyek IPAL

2 min read

Saat menata rambut di salon, tentu akan ada bagian yang dipotong, dibongkar dan seterusnya. Itu semua dilakukan, agar penampilan kita lebih baik, tampan atau cantik.

Demikian saat memasang Instalasi Pembangunan Air Limbah (IPAL) ini. Tentu akan ada bagian yang dibongkar untuk menanam pipa atau saluran yang melewati pemukiman penduduk.

Yang penting hasilnya nanti bisa dirasakan oleh masyarakat. Lingkungan lebuh sehat, bersih, asri dan tak lagi bau got atau septic tank.

Selama ini memang ada keluhan dari warga atas pemasangan pipa IPAL di pemukimannya. Namun, tak perlu khawatir, sebab jalan yang terkena proyek IPAL selalu ditutup (diaspal/dicor) kembali seperti semula.

Hal tersebut merupakan komitmen Badan Pengusahaan (BP) Batam. Bahkan, bila pengaspalan jalan tak sempurna dan masih ada keluhan dari warga, BP akan kembali turun memperbaikinya lagi.

Seperti di perumahan Legenda Bali dengan kontraktor pelaksana PT. Putera Nusa Perkasa (PNP), misalnya.

Kepala Bidang Pengelolaan Limbah BP Batam, Iyus Rusmana mengatakan pengerjaan IPAL di Legenda Bali yang dilakukan selama 4 bulan lalu mengalami kendala karena kondisi tanah yang labil dan banyak terjadi longsor.

“Akan tetapi, saat ini pipa telah terpasang kedalaman 2-4 meter dan sekarang sedang dilakukan penutupan kembali. Beberapa bagian yang dikeluhkan masyarakat sudah dikerjakan dan telah dicor,” kata Iyus pada Sabtu (9/11/2019).

“Selain itu, kami juga melakukan pemadatan jalan, kemudian dicor, dan dilakukan pengaspalan di jalan tersebut,” tambahnya.

Iyus mengakui, proyek itu sebelumnya dikeluhkan masyarakat yang tinggal di perumahan tersebut, lantaran terdapat bekas pembongkaran proyek IPAL dan ada galian yang belum dilakukan pengecoran jalan kembali.

“Jadi, untuk tempat yang belum selesai, pada Kamis (7/112019) telah dilakukan pengecoran mencapai 12 kubik. Sedangkan area yang masih belum sekitar 4 kubik diselesaikan pada Jumat (8/11/2019) kemarin,” katanya.

Dijelaskan, pengerjaan proyek besar pasti ada masukan dan keluhan dari masyarakat. Namun, kami tidak antipati terhadap keluhan tersebut.

“Artinya, keluhan masyarakat merupakan bagian dari indikator kinerja buat subkontraktor dan kami selalu mengevaluasi pekerjaan subkontraktor,” ungkap Iyus.***
____________
Sumber: Koran Sindo Batam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.