Berantas Eceng Gondok dengan IPAL

Kabar Baik dari Batam

Berantas Eceng Gondok dengan IPAL

1 min read

Belum lama ini, Kepala Badan Pengusahaan Batam H Muhammad Rudi (HMR) memimpin tim gabungan untuk membersihkan eceng gondok di Dam Duriangkang yang menutup 180 hektare di permukaan waduk seluas 2.300 hektare tersebut.

Pertanyaannya, mengapa eceng gondok bisa tumbuh sepesat dan semasif itu?

Ada beberapa teori menyebutkan, penyebab eceng gondok tumbuh pesat sehingga menutupi waduk, danau dan sungai, karena:

Adanya limbah pemukiman (rumah tangga) yang langsung dibuang ke waduk, danau atau sungai tersebut.

Limbah tersebut, baik berupa kotoran atau deterjen yang berlebihan, akhirnya merangsang tumbuhnya eceng gondok.

Sebagaimana diketahui, sifat tanaman air yang berasal dari Sungai Amazon, Amerika Latin ini, punya kemampuan menyerap logam di air, sehingga semakin tinggi kandungan limbah organik di air, maka akan menjadi pupuk yang membuat semakin menyuburkan pertumbuhan eceng gondok ini.

Bagaimana dengan dam Duriangkang sendiri? Apakah pesatnya pertumbuhan eceng gondok di sana karena banyaknya limbah yang masuk?

Memang bukan rahasia lagi bila ditinjau dari aspek abiotik, berdasarkan hasil pengujian kualitas air limbah yang masuk ke dalam perairan Dam Duriangkang, diketahui bahwa telah terjadi pencemaran di dam tersebut.

Guna menyelamatkan waduk dari limbah, harus dilakukan strategi pengendalian pencemaran lingkungan perairan dengan melakukan pengelolaan limbah sebelum masuk ke perairan waduk.

Salah satu caranya, selain rutin dibersihkan, juga bisa melalui instalasi pengolahan air dan limbah (IPAL). Bila tidak, maka eceng gondok akan terus tumbuh. Dampak lebih besar lagi, waduk yang menjadi penyuplai utama air bersih di Kota Batam itu akan terganggu. Krisis air pun kian nyata. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.