Excavator Pemko Terus Bekerja, Keruk dan Lebarkan Drainase di Daerah Rawan Banjir

Kabar Baik dari Batam

Excavator Pemko Terus Bekerja, Keruk dan Lebarkan Drainase di Daerah Rawan Banjir

2 min read

Hingga tadi siang, Rabu (4/12/2019) alat-alat berat (excavator) tampak masih bekerja menormalisasi drainase dan melebarkan saluran pelintas air (box culvert) di beberapa wilayah di Kecamatan Sagulung.

Daerah tersebut adalah, Belakang Pasar Perumnas Sagulung Kota, RW 12 Seilekop, dan Seipelunggut.

Tak hanya di Sagulung, alat berat juga melakukan normalisasi drainase di beberapa wilayah lain. Di antaranya: Dapur 12, SMP 28 Batam Center, Pinggir jalan Marina, Depan Mako Brimob, dan Kampung Jabi Batubesar.

Tampak juga Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Yumasnur, turun ke wilayah-wilayah yang terdampak banjir di Sagulung.

Kerja-kerja ini menindaklanjuti perintah Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefridin, usai meninjau daerah tersebut usai banjir melanda pada Selasa (3/12/2019).

“Drainase di lokasi banjir dari Kavling Mandiri arah Seipelunggut, sedang kita normalisasi dengan memasukkan dua excavator. Sedangkan masalah gorong-gorongnya segera kita ganti dengan box culvert,” jelas Yumasnur siang tadi.

Khusus gorong-gorong di RW 12 Sagulung Kota, juga akan diganti dengan box culvert sekaligus normalisasi. “Sebanyak 12 excavator milik Dinas BM-SDA sekarang sedang bekerja di lokasi yang rawan banjir itu,” ujarnya.

Yumasnur menjelaskan, siang tadi dia sudah keliling ke semua lokasi di Kelurahan Sagulung Kota dan Seilekop untuk melihat langsung pengerjaan normalisasi drainase ini.

“Cuma banyak lokasi yang tidak bisa masuk alat berat akibat rumah-rumah mepet parit,” ungkapnya.

Karena itu, khusus lokasi-lokasi yang rumahnya mepet parit, Yumasnur sudah memanggil lurah dan RT/ RW setempat. “Kalau parit mau beres, tolong bantu kita membereskan tanaman di pinggir parit,” pesannya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, banjir yang melanda di beberapa wilayah Kecamatan Sagulung, membuat Pemerintahan Kota Batam bertindak cepat. Selasa (3/12/2019) Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefridin turun langsung ke lokasi.

Dari hasil peninjauan langsung ini, akhirnya Jefridin menemukan solusi yang langsung dia perintahkan kepada dinas terkait untuk segera dilaksanakan.

Solusi pertama: Normalisasi drainase.
“Saat itu juga langsung kita kerahkan alat berat dan amphibi yang Pemko miliki melalui Dinas BM-SDA,” jelasnya.

Khusus di parit sempit, dilakukan penanganan secara manual oleh Tim Pemko bersama RT dan RW serta masyarakat setempat. Sejak kemaren sampai seminggu ke depan.

Solusi kedua: .Perlebaran saluran pelintas (box culvert). Karena gorong-gorong yang ada terlalu kecil tak mampu menampung debit air sehingga air meluap masuk ke rumah penduduk. “Ini perlu waktu karena membutuh biaya besar,” jelas mantan tenaga pendidik ini.

Solusi ketiga: Jefridin meminta dan menghimbau kepada seluruh masyarakat tidak membuang sampah ke dalam parit sehingga mengakibatkan tersumbat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.