Ricuh Taksi Online dan Taksi Konvensional Bisa Ganggu Pariwisata Batam

Kabar Baik dari Batam

Ricuh Taksi Online dan Taksi Konvensional Bisa Ganggu Pariwisata Batam

1 min read

> Gubernur Diminta Segera Bertindak

Kericuhan antara supir taksi online dengan konvensional di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, menjadi tontonan warga dan wisatawan yang baru tiba di pelabuhan itu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwinata, menyayangkan keributan di objek vital itu.

Menurutnya, persoalan ini harus segera didudukkan karena dianggap mengganggu kenyamanan dan iklim pariwasata Batam.

“Pariwisata tentu cukup terganggu dengan konflik ini. Baiknya segera didudukkan lagi,” ujar Ardi saat dikonfirmasi Batam Pos, kemarin.

Dalam konsep kepariwisataan, menurut dia, transportasi merupakan salah satu fasilitas penunjang aktivitas wisata.

“Transportasi itu dalam konsep kepariwisataan adalah amenity. Menjadi daya dukung, semacam hotel, rumah sakit, shopping mall, restoran, dan lain sebagainya. Jadi, memang regulasi transportasi ini harus jelas agar tak mengganggu,” terangnya.

Terkait jumlah wisatawan yang berkunjung ke Batam, kata Ardi, menyebutkan hingga Oktober mencapai 1,5 juta orang dari target 2,1 juta wisatawan.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam Rustam Efendi sebelumnya menyebut, pihaknya telah meminta ketegasan Gubernur Kepulauan Riau untuk menyudahi masalah ini. Sebab, kewenangan atau regulasi soal taksi online berada di tangan gubernur.

Landasannya: Berdasarkan peraturan Menteri Perhubungan RI nomor 118 Tahun 2018, tentang penyelenggaraan angkutan sewa khusus pasal 18 huruf (a) dinyatakan bahwa, izin penyelenggaraan angkutan sewa khusus sebagaimana dimaksud dalam pasal 11 ayat (1) diberikan oleh Gubernur yang wilayah operasinya dalam satu daerah provinsi sebagai wilayah dekonsentrasi. ***
________
Dilengkapi Sumber: Batam Pos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.