Tujuh IPAL Siap Kawal Batam

Kabar Baik dari Batam

Tujuh IPAL Siap Kawal Batam

2 min read

Badan Pengusahaan Batam merancang pembangunan tujuh instalasi pengelolaan air limbah kegiatan rumah tangga untuk mengurangi pencemaran di waduk-waduk sumber air baku kawasan industri itu.

Berdasarkan berita yang kami himpun dari Kantor Berita Antara, rencana ini sudah disampaikan sejak April, 2017 lalu.

Hingga kini, tahap pertama sudah dibangun di Bengkong Sadai dan diprediksi selesai akhir 2020.

“Kami telah menentukan tujuh lokasi pembangunan IPAL bagi limbah domestik (lihat grafis). Mengingat jumlah penduduk di Batam terus bertambah,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Limbah BP Batam, Iyus Rusmana di Batam, saat itu.

IPAL tersebut, kata dia, akan dibangun untuk menampung dan mengolah limbah rumah tangga dari Batam Centre, Bengkong, Tanjunguma, Sekupang, Tembesi, Telagapunggur, dan Kabil.

“Namun untuk tahap awal IPAL di Sadai Bengkong yang akan dibangun untuk menampung limbah industri kawasan Batam Centre yang selama ini masuk ke Waduk Duriangkang. Padahal Waduk Duriangkang menyuplai 70 persen kebutuhan air bersih Batam. Untuk IPAL lain akan dibangun berikutnya,” kata dia.

Dengan dibangunnya IPAL di Sadai yang diperkirakan selesai pada pertengahan 2019, kata dia, diharapkan tidak ada lagi limbah rumah tangga masuk Duriangkang.

“Nanti hanya air hujan saja yang masuk ke Waduk Duriangkang. Sementara limbah rumah tangganya diolah di Sadai sebelum dikembalikan ke alam,” kata Yus.

Sementara yang menjadi prioritas lain adalah Tanjunguma yang menjadi lokasi pembuangan limbah rumah tangga Nagoya dan sejumlah hotel.

“Harapannya jika dibuat IPAL maka Tanjunguma akan bersih,” kata dia.

Pembangunan IPAL Sadai akan menggunakan dana pinjaman lunak dari Korea Selatan sebesar 43 juta dolar AS yang akan dikembalikan dalam jangka waktu 40 tahun.

Pada tahap pertama fase 1, pembangunan direncanakan di kawasan Batam Centre dengan area pelayanan seluas 18,379 kilometer persegi dari total area 38,963 kilometer persegi, yang meliputi Teluktering, Seipanas, Taman Baloi, Baloi Permai dan Sukajadi.

Total jumlah penduduk yang akan terlayani sebanyak 126.092 jiwa dengan debit air limbah sebanyak 19.280 meter kubik per hari (debit hari maksimum). Diharapkan pada 2019, tahap pertama fase 1 akan selesai.

Pada tahap ini akan dibangun jaringan pipa sanitasi air limbah sepanjang 114 kilometer, penyambungan pipa sambungan rumah sebanyak 11 ribu rumah tangga dan terdapat 5 relay pumping station.

Proyek ini ditargetkan pada penyelesaian tahap I berkapasitas mengelola limbah cair 20.000 m3/hari (230 lt/dtk) dari kapasitas sebelumnya yang hanya 33 liter per detik sejak dibangun pada 1995. ***
___________
Sumber: Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.