HAM Pimpin Rapat di Atas Parit

Kabar Baik dari Batam

HAM Pimpin Rapat di Atas Parit

2 min read

> Beri Solusi Banjir di Sagulung

ALAT-ALAT berat milik Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BM-SDA) Kota Batam terus menerus bekerja bekerja menormalisasi drainase dan melebarkan saluran pelintas air (box culvert) di beberapa wilayah di Kecamatan Sagulung, Kamis (5/12/2019).

Demikian juga Kepala Dinas BM-SDA Yumasnur, sudah dua hari ini “berkantor” di kecamatan yang terdampak banjir pada Selasa tersebut.

Guna membantu melancarkan kinerja anak buahnya, sekaligus memberikan solusi cepat, Wakil Walikota Batam H Amsakar Achmad (HAM), kemarin datang ke Sagulung.

Ada beberapa lokasi yang ditinjau HAM, mulai belakang Pasar Perumnas Sagulung, apartemen sebelah Perumnas Buana Indah, Kavling Flamboyan, Puskemas Sungai Langkai, SDN 002 Sagulung, dan Seilekop.

Di sela-sela kegiatan di sana, HAM yang di dampingi Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefridin, Yumasnur beserta camat dan lurah setempat sempat menyapa masyarakat, kemudian melakukan rembuk. Uniknya, rapat kecil tersebut dilakukan di atas gorong-gorong.

“Dari rapat itu Pak Wakil mendiskusikan tentang pembenahan ke depannya, tepatnya di tahun 2020, mana yang diperbaiki Pemko mana yang diperbaiki Badan Pengusahaan Batam,” ujar Kabag Humas Pemko Batam Efrius.

Disebutkan, apa yang dilakukan saat ini hanyalah tindakan darurat. Sebab, untuk yang permanen seperti pembuatan atau pelebaran drainase, harus menunggu anggaran.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, banjir yang melanda di beberapa wilayah Kecamatan Sagulung, membuat Pemerintahan Kota Batam bertindak cepat. Selasa (3/12/2019) Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefidin turun langsung ke lokasi.

Dari hasil peninjauan langsung ini, akhirnya Jefridin menemukan solusi yang langsung dia perintahkan kepada dinas terkait untuk segera dilaksanakan.

Solusi pertama: Normalisasi drainase.
“Saat itu juga langsung kita kerahkan alat berat dan amphibi yang Pemko miliki melalui Dinas BM-SDA,” jelasnya.

Khusus di parit sempit, dilakukan penanganan secara manual oleh Tim Pemko bersama RT dan RW serta masyarakat setempat. Sejak kemaren sampai seminggu ke depan.

Solusi kedua: .Perlebaran saluran pelintas (box culvert). Karena gorong-gorong yang ada terlalu kecil tak mampu menampung debit air sehingga air meluap masuk ke rumah penduduk. “Ini perlu waktu karena membutuh biaya besar,” jelas mantan tenaga pendidik ini.

Solusi ketiga: Jefridin meminta dan menghimbau kepada seluruh masyarakat tidak membuang sampah ke dalam parit sehingga mengakibatkan tersumbat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.