HAM Marah: Solar Langka, Malah Diselewengkan

Kabar Baik dari Batam

HAM Marah: Solar Langka, Malah Diselewengkan

2 min read

Di saat warga kesulitan mendapat solar, ini ada orang tak bertanggungjawab yang menyelewengkan. Wakil Walikota Batam H Amsakar Achmad (HAM) sangat marah dan kecewa melihat kenyataan ini.

Kemarahannya ini dia sampaikan saat sore tadi (Rabu, 11/12/2019) dia berada di Unit pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Metrologi legal Dinas perindustrian dan perdagangan Kota Batam, Legenda Malaka, melihat barang bukti tangkapan solar ilegal.

Barang tersebut diangkut dari penampungan solar illegal di sebuah bengkel yang berubah fungsi jadi gudang penampungan solar di Sagulung.

Dugaan praktik ilegal ini ditemukan setelah dari hasil penggerebekan yang dilakukan jajaran Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Batam.

Sebagaimana dilansir dari situs batampos.co.id, saat melakukan penggerebekan, Rabu (11/12/2019), tim dari Desprindag yang didampingi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mendapati tiga ton BBM bersubsidi terdiri dari solar dan minyak tanah.

Diduga BBM bersubsidi ini didapat dengan cara yang salah. Khusus untuk solar, ternyata dilansir menggunakan mobil angkot jenis Bimbar dari SPBU bersubsidi.

Total ada 12 mobil angkot yang diduga melansir solar secara illegal. Angkot-angkot tersebut semuanya sudah memodifikasi tanki dengan ukuran yang lebih besar.

Sehari-hari angkot ini melansir solar dari berbagai SPBU di Kota Batam untuk ditampung di lokasi gudang.

Saat digrebek, petugas Disperindag hanya mendapati dua mobil angkot yang melansir solar tersebut.

Dua angkot ini memang memiliki tangki BBM yang sudah dimodifikasi dengan ukuran yang lebih besar.

Dua mobil bersama barang bukti tiga ton solar dan minyak tanah tadi diamankan untuk ditindak lanjuti pihak Disperindag.

“Selain dua mobil dan barang bukti minyak tadi, kami juga bawa satu penjaga gudang untuk dimintai keterangan,” ujar Kadisperindag kota Batam Gustian Riau yang juga ada di lokasi.

At, penjaga gudang yang diamankan, menjelaskan, gudang minyak berkedok bengkel mobil ini milik seorang pria bernama Er.

Er ini tinggal di sekitar Barelang. Er-lah yang mengkoordinir semua angkot-angkot bertangki modifikasi tadi untuk mengambil solar di SPBU subsidi.

“Prakteknya (modus mengambil solar dari SPBU) seperti apa akan kami dalami. Karena setahu kami angkot membeli solar pakai kartu Brizzi yang dibatasi kapasitas pembelian perhari,” kata Gustian.

“Kenapa bisa dapat banyak di SPBU apalagi sampai tanki dimodifikasi akan kami dalami bersama pihak-pihak terkait,” ujar Gustian lagi.

Selanjutnya HAM meminta, agar temuan ini ditindaklanjuti oleh Tim Disperindag Kota Batam, karena merugikan masyarakat.

“Apalagi akhir-akhir ini masyarakat mengeluh kurangnya solar. Ternyata dilakukan penimbunan oleh orang yang tidak bertanggungjawab,” tegasnya. ***
_______
Dilengkapi sumber: Batam Pos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.