HMR Kenang Jejak Historis Batam di Makam Nong Isa

Kabar Baik dari Batam

HMR Kenang Jejak Historis Batam di Makam Nong Isa

4 min read

Jelang puncak Hari Jadi ke 190 Kota Batam, besok, Walikota Batam H Muhammad Rudi (HMR) dan Wakil Walikota Batam H Amsakar Achmad (HAM), dan Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefridin, bersilaturahmi dalam rangka do’a sekaligus ziarah ke makam zuriat Nong Isa, Selasa (17/12/2019) mulai pagi hingga siang.

Sebelum ziarah dilakukan, sempat diulas sejarah singkat penetapan Hari Jadi Batam itu dibacakan zuriat Nong Isa dalam acara Tahlilah dan Do’a Bersama Ziarah Makam Zuriat di Masjid At-Taqwa Nongsa Pantai.

Mewakili keluarga besar Zuriat Nong Isa, Raja Abdul Gani menyampaikan ucapan terimakasih setingginya kepada Walikota, Wakil Walikota Batam dan pimpinan OPD di lingkungan Pemko Batam yang telah melibatkan keluarga besar Zuriat dalam kegiatan hari ini.

Selain membacakan sejarah, juga dilakukan pemotongan nasi besar oleh Walikota Batam, Muhammad Rudi yang diserahkan kepada perwakilan keluarga besar Zuriat Nong Isa.

Dalam kesempatan ini, HMR menyampaikan ucapan terimakasih kepada Zuriat dan orang tua yang tinggal di Nongsa dan seluruh masyarakat di Kota Batam.

Memaknai Hari Jadi Batam menurut HMR, harus melihat apa yang telah dilakukan oleh orang-orang terdahulu. Mengajarkan kepada anak-anak terkait jerih payah pendahulu yang telah berjuang membangun Batam.

Turut hadir istri Walikota Batam Hj Marlin Agustina Rudi, istri Sekda Batam Hj Hariyanti Jefridin, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Batam, Anggota DPRD Kota Batam, dan Asisten Setdako serta pimpinan OPD di lingkungan Pemko Batam.

***

Mengenal Raja Isa dan Administrasi Pemerintahan Pertama di Pulau Batam

NAMA Raja Isa atau Nong Isa juga identik dengan Batam. Bahkan penetapan Hari Jadi Batam tanggal 18 Desember 1829 dikaitkan dengan Raja Isa alias Nong Isa.

Dalam tradisi masyarakat Melayu, termasuk keturunan Bugis di Kerajaan Riau-Lingga, seorang anak lazimnya memiliki nama timang-timang atau nama kecil. “Nong” dalam terminologi Melayu berarti anak lelaki sulung. Sedangkan “Isa” adalah nama.

“Nong Isa” merupakan nama timang-timang atau nama kecil Raja Isa yang merupakan putra sulung Yang Dipertuan Muda V Raja Ali ibni Daeng Kamboja ibni Daeng Parani. Toponim “Nongsa” berasal dari singkatan “Nong Isa”.

Nongsa itulah kemudian menjadi nama kampung di Pulau Batam yang dibangun Nong Isa bersama kaum kerabatnya orang Melayu dan Bugis yang datang dari pusat Kerajaan Riau-Lingga.

Semasa pemerintahan Sultan Abdul Rahman Muazam Syah I dan Yang Dipertuan Muda VI Raja Jaffar, Raja Isa diberi kuasa sebagai pemegang perintah (pemimpin) atas Nongsa (Pulau Batam) dan rantau sekitarnya.

Surat perintah bertanggal 22 Jumadil Akhir 1245 Hijrah atau bertepatan dengan 18 Desember 1829 Masehi tersebut dikeluarkan oleh Comisaries Jenderal sekaligus Residen Riau atas nama Sultan Abdul Rahman Muazam Syah I.

Sejak itulah ada pemerintahan sebagai wakil Kerajaan Riau-Lingga di Batam. Momentum awal adanya wakil pemerintahan Kerajaan Riau-Lingga di Pulau Batam ini kemudian dijadikan oleh pemerintah Kota Batam sebagai dasar penetapan Hari Jadi Batam.

Penetapan Hari Jadi Batam yang jatuh pada 18 Desember tersebut mengacu pada tanggal dikeluarkannya surat mandat yang diberikan kepada Raja Isa alias Nong Isa sebagai pemegang perintah atau pemimpin di Nongsa yang termasuk dalam wilayah Pulau Batam.

Sejak Raja Isa atau Nong Isa diberi kuasa sebagai pemimpin di Nongsa atau Pulau Batam, kawasan ini mulai berkembang, pemerintahan pun tertata, penduduk terus bertambah, permukiman dan perkebunan juga berkembang sehingga Nongsa dan Pulau Batam sekitarnya kian ramai.

Semangkatnya Raja Isa alias Nong Isa pada 1831, Nongsa, termasuk Pulau Batam dan sekitarnya yang berada dalam wilayah Kerajaan Riau-Lingga, terus berkembang.

Administrasi pemerintahan pun terus ditata. Hingga 1882, kawasan kepulauan Batam telah terbentuk menjadi tiga bagian yang masing-masing memiliki pemerintahan terpisah yang disebut Wakilschap sebagai wakil Yang Dipertuan Muda X Raja Muhammad Yusuf al-Ahmadi.

Pertama Wakilcshap Nongsa. Kawasannya adalah Nongsa dan sekitarnya yang wilayahnya dipisahkan muara Sungai Ladi di pantai utara Pulau Batam dan sebelah timur membentang sepanjang pantai
Sampai ke Kampung Bagan dekat Sungai Duriangkang, Kangboi, dan Sungai Asiamkiang.

Kedua Wakilschap Pulau Buluh. Wilayahnya adalah Pulau Buluh dan sekitarnya serta kawasan Pulau Batam di luar kawasan Wakilschap Nongsa.

Kemudian mencakup pula Pulau Galang, Rempang, Tanjung Sauh, Setokok, Bulan, Bulang, Bulang Kebam, Lumba, Sambu, dan Belakangpadang.

Ketiga Wakilschap Sulit. Wilayahnya mencakup Pulau Cembol, Kepala Jeri, Kasu, Telaga Tujuh, Geranting, Mecan, Sugi, Moro, Kateman, dan Durai.

Kelak, tiga daerah Wakilschap ini kemudian dilebur menjadi 2 wilayah yang dipimpin oleh seorang pribumi berpangkat amir yang berkedudukan di Pulau Buluh dan seorang berpangkat Kepala yang berkedudukan di Nongsa.

Berdasarkan besluit Kerajaan Riau-Lingga nomor 9 tanggal 1 Oktober 1895, Raja Mahmud bin Raja Yakub bin Raja Isa menjabat wakil kerajaan berpangkat Kepala berkedudukan di Nongsa dan Tengku Umar bin Tengku Mahmud sebagai wakil kerajaan berpangkat amir berkedudukan di Batam.

Di masa kemerdekaan, Pulau Batam dan sekitarnya menjadi kecamatan dan pusat pemerintahannya berada di Pulau Buluh, lalu kemudian pindah ke Belakangpadang. ***

————
Catatan:
Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Batam yang membahas penetapan Hari Jadi Batam ini diketuai oleh H. Irwansyah, SE. Untuk membahas penetapan Hari Jadi tersebut juga dilaksanakan beberapa
kali seminar. Seminar ketiga atau terakhir diketuai oleh H Amsakar Ahmad (kini Wakil Walikota Batam).

Para pembicaranya adalah Rida K Liamsi, Nyat Kadir (kini Ketua Lembaga Adat Melayu Batam dan Anggota DPR RI), Aswandi Syahri, dan Imran Az.

Tulisan ini disalin dari buku “Sejarah Melayu”, Karya: Ahmad Dahlan, PhD, yang juga mantan Wali Kota Batam.

——-
Foto-foto: Hak Cipta Wanzero

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.