Contohlah Zarefriadi, Dua Minggu Jelang Pensiun Sudah Serahkan Aset

Kabar Baik dari Batam

Contohlah Zarefriadi, Dua Minggu Jelang Pensiun Sudah Serahkan Aset

2 min read

Di saat banyaknya kasus mantan pejabat atau pensiunan pejabat yang masih kuasai aset pemerintah daerah, sikap Zarefriadi sungguh menjadi “oase” bagi kita yang haus akan pejabat yang bersih.

Betapa tidak, sebenarnya Asisten Administrasi Umum Sadako Batam ini baru memasuki masa pensiun pada 1 Januari 2020, namun hari ini, Kamis (19/12/2019) dia sudah mengembalikan aset Pemko Batam yang dipinjamkan padanya, berupa Sedan Altis warna hitam.

Awalnya, pagi tadi sekitar pukul 09.00 WIB, lelaki asal Payakumbuh, Sumatera Barat itu, menghadap Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefridin mengembalikan kendaraan dinas tersebut.

Melihat ini, Jefridin pun terharu. Dia melihat langkah Zaref ini sangat penting diteladani oleh ASN Pemko Batam lainnya.

Segera saja, Jefridin menggelar pertemuan di lantai 4 Kantor Walikota Batam, untuk mengumumkan, sekaligus jadi ajang perpisahan bagi Zaref dan stafnya di Administrasi dan Umum Setdako Batam.

“CONTOHLAH Pak Haji Zarefriadi,
contohlah Pak Haji Zarefriadi,
contohlah Pak Haji Zarefriadi. Belum pensiun sudah menyerahkan aset,” ucap Jefridin saat berbicara dalam momen perpisahan tersebut.

Menurut Jefridin pejabat seperti Zarefriadi ini sangat langka ditemukan saat ini. Apalagi saat ini banyak ditemukan mantan pejabat yang menguasai aset, mulai kendaraan hingga rumah dinas.

Karena itu, tak berlebihan bila dia berterima kasih atas inisiatif Zaref serta dedikasinya selama mengabdi di Pemko Batam.

Zarefriadi mengawali karir sebagai guru SMK Negri 1 Batam, Batuaji. Karirnya sempat mandeg, hingga 11 tahun, hingga kemudian roda kehidupan berputar, Zarefriadi pun naik sebagai kepala dinas, mulai Pariwisata, Tenaga Kerja, dan terakhir Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

“Bagi saya mengalir saja. Semua dari Allah, dan akan kembali padanya,” jelas Zaref.

Sementara itu, suasana haru biru sempat terjadi. Banyak karyawan yang merasa kehilangan. Sebab, selama ini sosok Zarefriadi dirasa sebagai pengayom. “Dah tak ada lagi tempat curhat kami,” ucap seorang ibu. “Terima kasih ya pak,” ujarnya menjabat tangan Zaref.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.