Ke Pulau Seribu, Melihat Bagaimana IPAL Mendukung Pariwisata

Kabar Baik dari Batam

Ke Pulau Seribu, Melihat Bagaimana IPAL Mendukung Pariwisata

2 min read

Kadang ada juga yang bertanya, apa hubungan Instalasi Pengolahan Air dan Limbah (IPAL) dengan memajukan pariwisata di suatu daerah, apalagi membangun sebuah kota cerdas? Sepertinya tak nyambung.

Oke, untuk menjawab ini, langsung saja kita simak ulasan Portal Jakarta Smart City, milik Pemprov DKI Jakarta yang mengulas bagaimana IPAL di sana memoles Kepulauan Seribu yang ditulis tiga tahun lalu.

Semua mungkin sudah tahu, bahwa sebagian kawasan dari Kabupaten Kepulauan Seribu merupakan kawasan pelestarian alam bahari di Indonesia dan ditetapkan sebagai Taman Nasional Kepulauan Seribu. Kawasan ini terletak di Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, tepatnya di tiga kelurahan yaitu Pulau Panggang, Pulau Kelapa, dan Pulau Harapan.

Selain merupakan wilayah perairan yang dilindungi, Kepulauan Seribu dihuni oleh sekitar 23.000 penduduk. Lokasi pemukiman penduduk yang langsung terhubung dengan perairan laut sering menimbulkan masalah seperti pembuangan limbah yang mencemari laut terutama limbah domestik rumah tangga seperti septictank dan limbah cair dari kegiatan sehari-hari seperti mencuci dan mandi.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemprov DKI membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di beberapa pulau.

Proyek pembangunan IPAL bertujuan mendukung sektor pariwisata yang merupakan andalan bagi Kepulauan Seribu. Pembangunan instalasi pengolahan limbah dapat menjaga keindahan alam yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.

Saat ini, telah dibangun dua zona IPAL di Pulau Tidung yaitu zona utara dan zona selatan. IPAL yang terdapat di zona utara memiliki kapasitas 200 meter kubik untuk menampung limbah dari 400 rumah, sedangkan di zona selatan terdapat IPAL berkapasitas 150 meter kubik yang menampung limbah dari 300 rumah warga. Pembangunan IPAL direncanakan akan bertambah lagi sebanyak dua zona pada tahun depan.

Pulau Pramuka saat ini sudah berhasil menyambungkan 17 saluran limbah warga ke IPAL. Saluran tersebut mengalirkan limbah dari 350 rumah warga. Sedangkan di Pulau Panggang, pengerjaan proyek IPAL baru mencapai 47 persen.

Pengerjaannya dipercepat agar pembangunan fasilitas ini bisa selesai pada akhir tahun. Setiap unit IPAL dilengkapi dengan generator yang otomatis menyala ketika listrik padam dan blower cadangan untuk memastikan fungsi penyaringan di bak-bak kontrol berjalan baik.

Instalasi pengolahan limbah di Kepulauan Seribu dikelola oleh Dinas Tata Air DKI Jakarta yang bertugas mengatasi berbagai gangguan, seperti penyumbatan saluran, membersihkan bak kontrol, serta melakukan pemeliharaan rutin bak-bak penyaring di IPAL yang beroperasi 24 jam penuh.

Bila dilihat dari kapasitasnya, IPAL di Kepulauan Seribu ini tentu tak ada apa-apanya dibanding IPAL Fase I yang kini sudah 80 persen dibangun Badan Pengusahaan Kawasan Batam di Bengkong Sadai, Kecamatan Bengkong.

Untuk IPAL fase 1 ini akan mengcover area pelayanan seluas 18,379 kilometer persegi dari total area 38,963 kilometer persegi, yang meliputi Teluktering, Seipanas, Taman Baloi, Baloi Permai dan Sukajadi.

Total jumlah penduduk yang akan terlayani sebanyak 126.092 jiwa dengan debit air limbah sebanyak 19.280 meter kubik per hari (debit hari maksimum).

Pada tahap ini juga dibangun jaringan pipa sanitasi air limbah sepanjang 114 kilometer, penyambungan pipa sambungan rumah sebanyak 11 ribu rumah tangga dan terdapat 5 relay pumping station.

Pada tahap I juga akan mampu mengelola limbah cair 20.000 m3/hari (230 liter per detik. ***
____________
Sumber: https://smartcity.jakarta.go.id/…/menjaga-kelestarian-lingk…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.