Incognito, Ketika HAM Bertemu Pengamen

Kabar Baik dari Batam

Incognito, Ketika HAM Bertemu Pengamen

2 min read

Sejak awal dilantik tiga tahun lalu mendampingi Walikota Batam Muhammad Rudi (HMR), Wakil Walikota Batam H Amsakar Achmad (HAM), termasuk pemimpin yang aktif melakukan blusukan.

Kala senggang, HAM sering diam-diam mengunjungi pasar-pasar atau tempat-tempat umum di kota Batam untuk mengetahui apa yang menurut istilah Bung Karno “Umyeke wong nggolek pangan” (kesibukan orang mencari nafkah).

Blusukan atau istilah latinnya “incognito” dilakukan HAM semata-mata untuk tujuan paling esensia|, yakni membangun hubungan emosional antara pemimpin dengan yang dipimpin melalui pertemuan Iangsung yang bersifat informal.

Adakalanya dalam incognitonya, HAM tiba-tiba muncul di depan penjaga perpustakaan jalanan di Batuaji, lalu memberikan buku kepada mereka.

Bahkan yang terakhir ini HAM juga tiba-tiba muncul di depan sebuah minimarket di Batam Center, menemui beberapa pengamen, lalu bermain musik bersama mereka.

HAM saat itu bernyanyi sambil bermain gitar. Sebuah lagu “Kisah Sedih di Hari Minggu” milik Koes Plus, dia pilih penghangat suasana (lihat video).

“Malam ini bercengkrama dg rekan2 pengamen, ternyata bahagia itu sederhana,” tulis suami Hj Erlita Sari Amsakar ini di laman Facebooknya yang diunggah Selasa (17/12/2019) lalu.

Kebisaan HAM ini seolah senada dengan yang disampaikan Bung Karno kepada Cindy Adams, penulis buku biografInya, “Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia (1977)”. Saat itu dia menceritakan alaasan kebiasaannya melakukan incognito.

”Pakaian seragam dan peci hitam merupakan tanda pengenalku. Akan tetapi adakalanya kalau hari sudah malam menukar pakaian, sandal, pantalon, dan kalau hari terlalu panas aku hanya memakai kemeja. Dan dengan kacamata hitam berbingkai tanduk rupaku Iain sekali. Aku dapat berkeliaran tanpa dikenal orang dan memang kulakukan. Ini kulakukan kerena ingin melihat kehidupan ini. Aku adalah kepunyaan rakyat, aku harus melihat rakyat, aku harus mendengar rakyat dan bersentuhan dengan mereka. Perasaanku akan tenteram kalau berada di antara mereka. la adalah roti kehidupan bagiku. Kudengar percakapan mereka, kudengar mereka berdebat, kudengar mereka berkelakar dan bercumbu kasih. Dan aku merasakan kekuatan hidup mengalir ke seluruh batang tubuhku.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.