Sebelum Ikut Batam Bersepeda, Fit-kan dulu Sepeda Anda dengan Postur Tubuh

Kabar Baik dari Batam

Sebelum Ikut Batam Bersepeda, Fit-kan dulu Sepeda Anda dengan Postur Tubuh

2 min read

SELAIN kesiapan fisik, hal yang tak kalah penting dipersiapkan peserta Batam Bersepeda besok (Senin, 20/1/2020) adalah sepeda.

Djohan Effendy, penggiat kegiatan sepeda dan lari 10 Kilometer di Batam, menuliskan pengalamannya usai menjajal rute Batam Bersepeda ini.

Menurut Kepala Sub Analisis Strategi Restrukturisasi Unit Usaha Direktorat Restrukturisasi Badan Pengusahaan Batam tersebut, yang perlu diperhatikan adalah menyetel sepeda atau bike fitting.

“Hal ini penting untuk kenyamanan saat mengendarai sepeda serta menghindari ketidaknyamanan yang dapat menimbulkan rasa sakit pada otot ataupun cedera otot,” jelas Kordinator Marshal Batam Bersepeda 2020 ini.

Bike fitting yang harus dilakukan, lanjut pesepeda downhill dengan jam terbang tinggi ini, dengan menyesuaikan ukuran sepeda dengan postur tubuh.

Tahukah Anda, bahwa rangka sepeda memiliki ukuran yg bisa disesuaikan dgn postur tubuh pengendaranya?

Umumnya rangka/frame sepeda memiliki ukuran S, M dan L, serta ada beberapa merk yg menyediakan ukuran XS dan XL.

“Untuk postur orang Indonesia dengan rata-rata tinggi badan 165 – 175 cm, dapat menggunakan frame ukuran M hinggal L,” saran lelaki yang juga penikmat olah raga bermotor ini.

Selain ukuran frame, sadel sepeda juga ditopang oleh sebuah seat post, yang bisa dinaik-turunkan, disesuaikan dwngann panjang tungkai, serta medan track yang akan dilewati.

Berbeda dengan sepeda motor yang tinggi sadel/joknya tetap, dan umumnya kaki pengendara bisa menjejak ke tanah sambil duduk, di sepeda ketinggian sadel disesuaikan degan panjang tungkai kaki.

“Waktu berhenti mungkin menjadi sulit karena tapak kaki tidak bisa mencapai tanah. Tapi jangan khawatir, tinggal turun dari sadel, dan jejakkan kaki ke tanah,” jelasnya.

Seberapa tinggi sebaiknya setelan sadel?
Cara paling mudah utk menentukannya adalah dengan duduk di sadel, dengan posisi salah satu pedal di posisi jam 6 (di bawah).

Posisikan telapak kaki Anda sehinga rata dengan permukaan lantai (paralel)
Dalam posisi ini kaki Anda diupayakan lurus dengan sudut tekukan lutut sekitar 10 derajat.

“Dengan posisi seperti ini, kekuatan otot kaki akan lebih efektif dalam mengayuh pedal sepeda,” jelasnya.

Bila posisi sadel terlalu rendah, dan lutut membentuk sudut terlalu besar saat posisi pedal di bawah, maka saat mengayuh pedal menyebabkan Anda tidak bisa mengoptimalkan keluatan otot tungkai, serta memberi beban ke otot paha secara berlebihan.

“Akibatnya akan lebih cepat capek atau bahkan dapat menimbulkan keram atau cedera otot,” terangnya.

Sedangkan bila posisi sadel terlalu tinggi, Anda akan merasakan pinggul mengayun ke kanan dan ke kiri saat mengayuh, serta otot kaki menjadi tertarik saat pedal mencapai posisi ke bawah.

Akibatnya juga tak nyaman. Bahkan bisa berujung kram pada betis. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.