Batam dalam Lensa: Bimasakti di Atas Barelang

Kabar Baik dari Batam

Batam dalam Lensa: Bimasakti di Atas Barelang

1 min read

DALAM bahasa Indonesia, istilah “Bimasakti” berasal dari tokoh berkulit hitam dalam pewayangan, yaitu Bima. Istilah ini muncul karena orang Jawa kuno melihatnya susunan bintang-bintang yang tersebar di angkasa jika dihubungkan dan ditarik garis akan membentuk gambar Bima dililit ular naga. Maka disebutlah “Bimasakti”.

Sementara itu, masyarakat Barat menyebutnya “milky way” sebab mereka melihatnya sebagai pita kabut bercahaya putih yang membentang pada bola langit.

Pita kabut atau “aura” cemerlang ini sebenarnya adalah kumpulan jutaan bintang dan juga sevolume besar debu dan gas yang terletak di piringan/bidang galaksi. Pita ini tampak paling terang di sekitar rasi Sagitarius, dan lokasi tersebut memang diyakini sebagai pusat galaksi.

Semua makna di atas inilah yang coba diramu oleh fotografer Irwansyah ST dalam fotonya yang diberi judul “Road to Galaxy” ini, sehingga menghasilkan karya yang dramatik.

“Foto ini diambil di Barelang, arah ke Jembatan 5, persis dekat tanjakan ‘Bismillah’,” akunya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.