Nilai Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pemko Batam Naik

Kabar Baik dari Batam

Nilai Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pemko Batam Naik

2 min read

WALIKOTA Batam H Muhammad Rudi (HMR) saat menerima hasil evaluasi SAKIP dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Tjahjo Kumolo dalam SAKIP Award 2019 Wilayah I di Hotel Radisson Batam, Senin (10/2/2020).

PEMERINTAH Kota Batam mempertahankan predikat B untuk hasil evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) 2019. Meski masih di kategori B, dari sisi perolehan nilai ada peningkatan.

Pada 2019 nilai yang diperoleh Pemko Batam yakni 64,83 poin. Sedangkan pada 2018 laporan SAKIP Pemko Batam mendapat nilai 64,74 poin. Dan pada 2017 nilai yang diperoleh yaitu 61,05 poin.

Hasil evaluasi ini diserahkan langsung Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Tjahjo Kumolo dalam SAKIP Award 2019 Wilayah I di Hotel Radisson Batam, Senin (10/2/2020).

“Evaluasi SAKIP ini dapat memetakan tingkat efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran yang merupakan hasil dari implementasi manajemen kinerja dan anggaran, berbasis kinerja secara berkesinambungan,” tutur Tjahjo.

Penilaian SAKIP pemerintah daerah dibagi menjadi 7 kategori. Yakni paling rendah D dengan rentang nilai 0-30. Kemudian kategori C untuk nilai 30-50, CC untuk nilai 50-60, B untuk nilai 60-70, BB untuk nilai 70-80, dan A untuk nilai 80-90. Adapun kategori tertinggi yaitu AA dengan hasil penilaian 90-100.

Pada hasil evaluasi SAKIP 2019, nilai tertinggi yang diperoleh pemerintah daerah wilayah I (meliputi Sumatra, Jawa Barat, dan Banten) adalah kategori A. Nilai A ini diperoleh Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, dan Provinsi Jawa Barat.

“Ada beberapa langkah perbaikan SAKIP yang perlu dilakukan pemerintah daerah untuk meningkatkan nilai hasil evaluasinya ini,” kata mantan Menteri Dalam Negeri tersebut.

Bagi pemerintah daerah yang masih mendapat nilai B maka perlu melakukan empat perbaikan. Pertama, penyempurnaan cascading kinerja hingga level individu. Kedua, penyelesaian target kinerja tingkat pemerintah daerah melalui kolaborasi seluruh organisasi peringkat daerah (OPD) atau cross-cutting program.

Selanjutnya, monitoring dan evaluasi berkala atas kinerja OPD untuk mendorong peningkatan kinerja. Dan terakhir, pemanfaatan aplikasi perencanaan dan penganggaran yang terintegrasi.

Sementara itu, Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR) saat menyampaikan kata sambutan mengucapkan terima kasih karena telah memilih Batam sebagai lokasi acara.

Meski ada isu seputar penyebaran virus Corona, HMR meminta peserta yang berasal dari berbagai daerah ini tidak khawatir. Karena berbagai upaya pencegahan dan antisipasi sudah dilakukan pihak berwenang. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.