Mengenal Komunitas Bye Bye Plastic Bags, yang Ingin Bebaskan Batam dari Sampah Plastik

Kabar Baik dari Batam

Mengenal Komunitas Bye Bye Plastic Bags, yang Ingin Bebaskan Batam dari Sampah Plastik

3 min read

WALIKOTA Batam/Kepala Badan Pengusahaan Batam H Muhammad Rudi (HMR), didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam Herman Rozie, saat memimpin aksi bersih-bersih sampah plastik yang digagas komunitas Bye Bye Plastic Bags (BBPB), Sabtu (15/2/2020) pagi.

AKSI komunitas Bye Bye Plastic Bags (BBPB) membersihkan sampah plastik di Simpang Kepri Mall, Batam Center, Sabtu (15/2/2020) pagi langsung menawan mata publik. Apa dan bagaimana kiprah komunitas ini? Berikut tulisannya.

Untuk lebih mengenal mereka, kami menemui Ketua komunitas Bye Bye Plastic Bags chapter Batam, Umama di sela-sela acara bersih-bersih bertajuk One Island One Voice atau satu pulau satu suara, Sabtu, pukul 07.00 pagi.

Saat itu, dia sedang sibuk memungut sampah plastik bersama 300 orang lainnya, termasuk di antaranya Walikota Batam/Kepala Badan Pengusahaan Batam H Muhammad Rudi (HMR), Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam Herman Rozie, dan Kepala Dinas Informatika dan Komunikasi Kota Batam Azril Apriansyah.

Menurutnya, aksi Komunitas BBPB ini berawal dari mimpi besar mereka, bebaskan Batam dari sampah plastik, khususnya plastik sekali pakai semacam kantong plastik, dan sedotan.

Gerakan ini bermula sejak 2015 lalu di Bali dan sukses menggerakkan masyarakat untuk memerangi sampah plastik. Berkaca dari hal tersebut, tiga tahun lalu mereka memilih Batam untuk membikin cabang pertamanya di luar Bali

“Tujuannya agar nanti ke depan, Batam jadi lebih bersih, lebih rapi, terhindar dari banjir, dan semua masyarakatnya sehat,” ujarnya.

Umama mengungatkan, sampah plastik adalah masalah global. Setiap individu harus berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan ini. Caranya yaitu dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta menerapkan 3R (reuse, reduce, recycle).

“Pesan di sini adalah stop penggunaan plastik sekali pakai. Dan terapkan 3R,” kata dia.

Dalam aksi bersih-bersih di Simpang Kepri Mall tersebut, mereka mengusung tiga poin besar. Pertama bersih-bersih di lingkungan darat sampai halte, dan juga drainasenya. Kemudian sharing dengan aktivis di sekitar simpang Kepri Mall ini tentang apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi masalah sampah di sini.

“Ketiga kami melakukan kampanye bagi pengendara mobil dan motor, selama sekitar 1 jam,” papar Umama.

Mereka sadar, bahwa kebersihan adalah kebutuhan pokok manusia. “Kami ingin berikan edukasi ke masyarakat bahwa saatnya sekarang kita bangkit bersama. Sesua dengan tema hari peduli sampah nasional 2020, Indonesia Bersih, Indonesia Sehat, Indonesia Maju,” sambungnya.

Tentu saja aksi mereka langsung diapresiasi Walikota Batam HMR. Bahkan dia bersedia memimpin langsung bersama 300 orang lainnya, memungut sampah plastik tersebut.

“Sampah itu dari kita dan menjadi tanggungjawab kita. Kita yang membuat sampah, kita yang merusak lingkungan, kita yang menikmatinya,” jelas suami Hj Marlin Agustina (HMA) tersebut.

HMR sadar, bahwa efek kegiatan bersih-bersih semacam ini hanya sementara. Bersihkan hari ini, besok kotor lagi. Maka itulah pentingnya sebuah edukasi.

“Saya titip pada adik-adik semua, edukasilah masyarakat kita. Setidaknya untuk menjaga sampah pribadi saja. Sampah plastik ini tidak akan melebur dengan alam. Jangka waktunya bisa 400-500 tahun. Kalau muka bumi penuh sampah plastik yang tak hancur, maka mati semua, termasuk kita,” ingat HMR.

Sebagai kepala daerah dan kepala BP Batam ia sangat berharap kesadaran masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Apabila setiap warga bisa mengurangi produksi sampah, volume sampah Kota Batam bisa diminimalisir.

“Hari ini tiap orang hasilkan 2,7 kilo sampah. Coba kita kurangi, jadi 2 kilo, nanti jadi nol. Bagaimana jadi nol, salah satunya tugas pemerintah. Kita buat kebijakan,” terangnya.

Kebijakan yang HMR maksud adalah, suatu waktu nanti tak boleh gunakan kantong plastik lagi. “Tentu harus disiapkan penggantinya. Misal keranjang, atau bakul plastik yang bisa dipakai setahun. Maka plastik bisa berkurang, bisa sampai 1:1.000,” paparnya. ***
___________
Sumber: Media Center Pemko Batam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.