Batam Butuh Banyak Chef untuk Dongkrak Industri Pariwisata

Kabar Baik dari Batam

Batam Butuh Banyak Chef untuk Dongkrak Industri Pariwisata

2 min read

WALIKOTA Batam H Muhammad Rudi (HMR) saat menghadiri pelepasan anak didik SMT Cuisine And Patisserie School, Tahun Akademik 2019 di Pena Hall, Batam Center, Sabtu (15/2/2020).

INDUSTRI pariwisata Batam membutuhkan banyak chef. Tak sekadar memperkaya khazanah kuliner, keberadaannya juga diperlukan sebagai duta untuk mendongkrak pariwisata kota ini.

Terkait hal inilah, Walikota Batam H Muhammad Rudi mengajak lulusan SMT Cuisine And Patisserie School untuk ikut berpartisipasi membangun pariwisata.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri pelepasan anak didik Tahun Akademik 2019 sekolah “chef” tersebut di Pena Hall, Batam Center, Sabtu (15/2/2020).

“Hari ini Batam sedang dibangun untuk pariwisata. Kalau pariwisata hidup, semakin ramai wisatawan yang akan datang ke Kota Batam. Mereka pasti butuh makan.Maka pendidikan (SMT) ini sudah pas sebenarnya,” kata suami Hj Marlin Agustina (HMA).

Ia berpesan kepada para lulusan sekolah “kue dan masakan” ini, untuk siap menghadapi tantangan pekerjaan. Baik itu masuk ke industri makanan maupun berwirausaha.

“Dengan setahun kursus, dapat sertifikat, mungkin ada pikiran bisa tidak kita diterima pasar. Pasti ada keraguan, rasa takut. Tapi kita harus siap. Ada hal-hal yang harus kita persiapkan,” tuturnya.

Mengetahui pangsa pasar tentu menjadi penting apabila ingin terjun ke usaha kuliner dengan target wisatawan. Harus diketahui asal negara turis yang masuk ke Batam dan kuliner kegemarannya.

“Coba tanya ke Dinas Pariwisata, wisatawan kita dari mana saja. Harus tahu siapa saja yang datang ke Batam. Supaya apa yang kalian masak, betul-betul tepat sasaran,” kata dia.

Pesan lain yang juga HMR sampaikan adalah, agar anak-anak tersebut tidak berhenti mencoba. Kembangkan kemampuan dan resep-resep dengan terus melakukan ujicoba. Jangan hanya terpaku pada resep atau pelajaran yang didapat dari tenaga pengajar.

“Kan sudah punya dasarnya. Resep silahkan dikembangkan sendiri. Untuk belajar harus banyak ujicoba. Coba buat, enak tidak. Kalau tak enak, coba bikin lagi. Orang masak biasa seperti itu. Saya tahu karena istri saya suka masak,” ujarnya.

Perwakilan SMT School, Chef Nunung Patimah menjelaskan ada 89 orang siswa yang selesai belajar di tahun akademik 2019 lalu. Terdiri dari 67 peserta didik bidang pastry dan 22 orang di bidang culinary.

“Selama 2,5 tahun, SMT School sudah memiliki 243 lulusan. Sebanyak 20 persen sedang job training di industri makanan, 20 persen sudah bekerja di industri, dan 60 persen menjadi entrepreneur,” paparnya.

SMT School berharap lulusan sekolah ini bisa mendukung pengembangan pariwisata Kota Batam. Khususnya dalam sektor kuliner. ***
________
Sumber: Media Center Pemko Batam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.