Tahun Ini Ada 50 Pekerjaan di Mangsang, Bukti Pemko Batam Dengar Aspirasi Warga

Kabar Baik dari Batam

Tahun Ini Ada 50 Pekerjaan di Mangsang, Bukti Pemko Batam Dengar Aspirasi Warga

2 min read

WAKIL Walikota Batam H Amsakar Achmad (HAM) dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Mangsang, Selasa (18/2/2020)

LUAR BIASA! Tahun 2020 ini, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Seibeduk mendapat 50 alokasi kegiatan pembangunan.

Jumlah alokasi tersebut terbagi atas 25 paket dari percepatan infrastruktur kelurahan (PIK), 25 paket lagi dari organisasi perangkat daerah (OPD).

“Kelurahan Mangsang ini luar biasa,” sebut Wakil Walikota Batam H Amsakar Achmad (HAM) dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Mangsang, Selasa (18/2/2020).

HAM mwnyebut demikian, sebab di tahun 2017 ada 9 kegiatan PIK, tahun 2018 ada 13 paket kegiatan dengan anggaran PIK Rp1,1 miliar plus DAU tambahan.

Berlanjut di tahun 2019, ada 17 paket kegiatan dengan anggaran Rp1,7 miliar, dan tahun 2020 melompat luar biasa menjadi Rp2,6 miliar untuk 25 kegiatan PIK.

“Tahun 2020 ini disamping PIK, Kelurahan Mangsang ada 25 paket kegiatan dari OPD. Artinya ada 50 paket yang akan dikerjakan 2020 ini,” ujar suami Hj Erlita Sari Amsakar ini.

Dengan demikian dalam catatan kami, selama empat tahun masa kepemimpinan H Muhammad Rudi – H Amsakar Achmad (HAM), sudah Rp6,5 miliar anggaran PIK dan dana alokasi umum (DAU) tambahan yang diserap Kelurahan Mangsang.

Apabila 2021 mendatang nilainya sama dengan tahun ini, Rp2,6 miliar, maka serapan dana PIK plus DAU tambahan di Kelurahan Mangsang saja sudah mencapai Rp9,1 miliar.

”Ini menandakan aspirasi warga Mangsang sedapat mungkin diakomodir pemerintah (Pemko Batam),” ujarnya.

HAM mengatakan, Musrenbang ini bertujuan untuk menentukan skala prioritas dari kegiatan yang diusulkan masyarakat. Karena anggaran pemerintah tak akan cukup untuk memenuhi semua permintaan tersebut.

“Jika semua usulan kelurahan diakomodir, maka APBD Batam butuh Rp12 triliun. Sedangkan APBD Batam sekarang Rp3 triliun. Ada Rp9 triliun yang mau dipangkas dari musrenbang ini,” tuturnya.

Anggaran Rp3 triliun yang dimiliki Pemerintah Kota Batam juga tidak semuanya digunakan untuk infrastruktur.

Pos infrastruktur yang disiapkan sebesar 30 persen dari anggaran daerah. Sedangkan untuk pendidikan 20 persen, kesehatan 10 persen, dan belanja tidak langsung 35 persen. Sisa 5 persen itulah yang dibagikan ke kelurahan-kelurahan.

Rp3 triliun ini, menurut HAM, relatif sedikit untuk merealisasikan semua kegiatan Pemko Batam. Tapi pembangunan tetap bisa dilaksanakan, dan yang dibangun pun tidak sembarangan. Tapi berstandar internasional.

“Karena kita mau jadi bandar dunia, kota dunia. Batam ini beranda terdepan, wajah terdepan Indonesia. Orang memotret Indonesia dari Batam. Maka harus dibuat cantik. Jalan dilebarkan lima lajur, ada pedestrian, taman,” takad HAM. ***
_________
Sumber: Media Center Pemko Batam

WAKIL Walikota Batam H Amsakar Achmad (HAM) foto bersama usai membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Mangsang, Selasa (18/2/2020).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.