Jefridin Bongkar Rahasia Pembangunan Batam era HMR-HAM: Efisiensi untuk Rakyat

Kabar Baik dari Batam

Jefridin Bongkar Rahasia Pembangunan Batam era HMR-HAM: Efisiensi untuk Rakyat

2 min read

SEKRETARIS Daerah Kota Batam H Jefridin saat akan membuka acara dan memberi pengarahan dalam kegiatan Laporan Penyusunan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPPD) di Golden View Hotel, Bengkong, Selasa (25/2/2020).

BANYAK yang terperanjat melihat perubahan Batam saat ini. Lebih terperanjat lagi bila mereka tahu darimana duit yang dipakai untuk pembangunan tersebut.

Ternyata salah satu caranya yang dilakukan pemerintahan Walikota H Muhammad Rudi dan Wakil Walikota H Amsakar Achmad (HMR-HAM) dengan melakukan efisiensi, khususnya yang melekat pada “kenikmatan” jabatan. Salah satunya SPPD.

Surat perintah perjalanan dinas atau SPPD merupakan tanda bukti pengeluaran uang untuk perjalanan dinas atas biaya negara atau daerah.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefridin saat membuka acara dan memberi pengarahan dalam kegiatan Laporan Penyusunan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPPD) di Golden View Hotel, Bengkong, Selasa (25/2/2020).

Pekan lalu Bupati Brebes dan rombongan datang ke Batam. Mereka bertanya, bagaimana bisa membangun jalan lebar kualitasnya bagus, lalu dibangun taman, dan ditanami pepohonan. Duitnya dari mana?

“Saya jawab, duit yang kita dapat itu dari efisiensi,” terang Jefridin, sembari menambahkan selian efesiensi anggaran belanja, optimalisasi PAD juga terus dilakukan dalam bentuk intensifikasi dan ekstensifikasi.

“Bukan hanya Bupati Brebes yang terperanjat, tapi semua mereka yang datang studi tiru ke Pemko Batam bertanya hal yang sama,” lanjutnya.

Efisiensi yang dimaksud adalah meniadakan SPPD perjalanan dinas lokal. Selain itu, khusus ke luar kota tak lagi berombongan.

“Belum lama ini ada Pemda lain ke Jakarta bawa rombongan, kepala dinas, protokol, humas. Sementara saya cuma sendiri. Tak ada ajudan. Bahkan Pak Wali (HMR) juga begitu,” terangnya.

Selain itu, pejabat Pemko Batam tidak akan pernah keluar kota kalau tidak ada undangan.

Meski ke luar kota pun, semisal ke Jakarta, hanyalah dalam rangka ada kegiatan untuk dikonsultasikan. Misal ke Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Keuangan.

“Itupun yang berangkat cuma satu orang saja,” jelasnya.

Efisiensi selanjutnya adalah penggunaan alat tulis kantor (ATK) yang sudah terkonsentrasi di sekretaris masing-masing OPD. Sedangkan Sekretariat Daerah, di Bagian Umum.

Dari efisiensi ini bisa disisihkan uang Rp300 miliar. Inilah yang digunakan Pemko Batam membangun jalan, drainase dan sebagainya, tanpa menggangu posting anggaran yang lain.

“Kegiatan wajib kita tetap jalan. Anggaran pendidikan selalu di atas 20 persen, kesehatan di atas 10 persen,” terangnya.

Selain itu, insentif kepada masyarakat yang membantu dalam melaksanakan pembangunan Kota Batam tetap diberikan seperti insentif RT, RW, kader Posyandu dan lain-lain.

“Mungkin Batam adalah satu-satunya daerah di Kepri yang memberikan insentif guru TPQ, imam masjid, pendeta menetap, posyandu, Ketua RT/RW, dikasih semua,” terangnya disambut tepuk tangan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.