Tak Hanya Razia, Dishub Batam dan Tim Gabungan juga “Hunting” Angkot Bermasalah

Kabar Baik dari Batam

Tak Hanya Razia, Dishub Batam dan Tim Gabungan juga “Hunting” Angkot Bermasalah

2 min read

DINAS Perhubungan (Dishub) Batam bersama tim yang terdiri dari TNI/Polri, Selasa (25/2/2020), kembali melakukan razia angkutan umum atau angkutan kota (angkot) tak laik jalan.

Sebagaimana diberitakan harian Batam Pos hari ini, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Batam Rustam Effendi mengatakan, soal penindakan di lapangan, tim tidak hanya melakukan razia namun lebih ke operasi yang sifatnya berburu atau hunting.

Yakni, dengan mendatangi langsung tempat angkot berkumpul, yang tidak laik jalan karena tidak kir maupun sudah uzur, kemudian akan diangkut ke Kantor Dishub untuk proses lebih lanjut.

“Seperti kami datangi langsung pool (markas) angkot,” katanya.

Terkait razia yang dilakukan Selasa kemarin, tim mengamankan tujuh angkot. Tiga di antaranya telah melewati usia operasional, terdiri satu minibus dan dua angkot yang berbadan kecil atau yang kerap disebut Carry.

Rustam menyebut, tiga angkot ini telah dikandangkan dan selanjutnya pelatnya akan dihitamkan.

Dengan kata lain, menjadi angkutan pribadi atau bukan angkutan umum.

“Sementara empat lainnya, usia operasionalnya masih ada. Tapi tidak laik jalan, kami tahan dulu dan meminta untuk diperbaiki baru kemudian dilepas,” kata Rustam, kemarin.

Tidak hanya itu, pemilik kendaraan yang terjaring operasi harus mengikuti proses tindak pidana ringan (tipiring) di pengadilan atas pelanggaran yang telah mereka perbuat.

Selain tujuh kendaraan tersebut, sebelumnya pada Rabu (19/2/2020) lalu, Dishub dan tim juga menjaring 35 kendaraan, dari angkutan penumpang dan barang yang tidak dilengkapi uji kir.

Pemilik 35 angkutan ini juga diwajibkan untuk mengikuti tipiring di pengadilan. Rustam memaparkan, setelah uji kir terhadap 35 kendaraan ini, sebanyak 28 yang sudah laik kembali beroperasi.

Namun dokumennya tetap ditahan sebagai pengganti barang bukti dan sebagai pelengkap
tipiring di pengadilan.

Sisanya, sebanyak tujuh kendaraan ditahan atau belum diizinkan beroperasi kembali karena belum laik jalan.

Jika ditambah dengan empat kendaraan yang ditahan dari hasil operasi terbaru, artinya ada 11 yang kini belum dilepas oleh Dishub Batam.

“Baik yang ditahan maupun yang sudah bisa kembali beroperasi setelah kir, tetap ikut
sidang terkait pelanggaran yang mereka sudah lakukan,” imbuhnya. ***
________
Sumber: Harian Batam Pos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.