Mengenal Sejarah Singkat Bekas Kamp Vietnam di Pulau Galang

Kabar Baik dari Batam

Mengenal Sejarah Singkat Bekas Kamp Vietnam di Pulau Galang

2 min read

KEPALA Museum Bekas Kamp Vietnam, Said Adnan (baju batik), menerima kunjungan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto beserta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI Basuki Hadimuljono didampingi Wakil Walikota Batam H Amsakar Achmad, saat meninjau lokasi rumah sakit eks kamp pengungsi Vietnam di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (4/3/2020).

BEKAS Kamp pengungsi asal Vietnam di Pulau Galang, saat ini hangat dibicarakan, menyusul rencana pemerintah pusat akan membangun rumah sakit penanganan khusus virus.

Agar menyegarkan ingatan kita, kami sajikan tulisan dari kompas.com sejarah singkat bekas kamp Vietnam yang dulu juga berfungsi sebagai rumah sakit ini.

Rumah sakit kamp tersebut sudah didirikan sekitar tahun 1979. Kamp Vietnam di Pulau Galang dibangun di areal seluas 80 hektare.

Kepala Museum Bekas Kamp Vietnam, Said Adnan mengatakan, pendirian rumah sakit ini sendiri bertujuan untuk melengkapi komplek pengungsian warga Vietnam kala perang, waktu itu.

Selain rumah sakit, sambungnya, pemerintah juga membangun 6 zona barak. Setiap zona mampu menampung 2.000 hingga 3.000 orang.

Tak hanya itu, pemerintah juga membangun rumah ibadah, lengkap. Masjid, pagoda, gereja Katolik dan Protestan serta wihara dibangun untuk memenuhi kebutuhan rohani para pengungsi.

Di sana juga dibangun tempat latihan bahasa, perkantoran staf PBB, fasilitas air bersih dan instalasi listrik.

Said mengatakan, Presiden Soeharto yang mengizinkan pendirian kompleks pengungsian di Pulau Galang, demi kemanusiaan.

“Pak Harto yang menyetujui. Kerja sama dengan UNHCR, penanganan pengungsi Indochina, MoU dilakukan pada 1978,” katanya dikutip dari Antara.

Untuk mendirikan kampung pengungsi Vietnam di Pulau Galang, Sambung Said, pemerintah Indonesia mengajukan beberapa syarat, antara lain dana untuk operasional kamp dari PBB dan kampung pengungsian hanya bersifat sementara.

Pembangunan kamp di Pulau Galang mesti digesa, karena kampung serupa di Pulau Kuku, Kabupaten Kepulauan Anambas, sudah penuh.

“Pulau Kuku penuh. Akhirnya disurvei ke Galang,” kata pria kelahiran Kepulauan Anambas itu.

Alasan Pulau Galang dipilih, karena dinilai masih terisolir, jauh dari pemukiman penduduk. Jumlah masyarakat yang tinggal di sana juga masih sedikit dan terdapat sumber air.
Jika
“Tanpa ulur waktu, Pak Harto ke sini pada Desember 1979 dan pada 1 Januari 1980, kamp diresmikan atas dasar kemanusiaan,” ungkapnya.

Adnan yang sudah bergabung sebagai staf di Kamp Vietnam pada 1986 itu mengatakan, program pengungsian itu berakhir pada 3 September 1996.

Pihaknya mencatat, selama 17 tahun kamp itu berdiri, setidaknya sudah melayani sekitar 250.000 pengungsi.

Adnan mengatakan, setelah 24 tahun kamp itu ditinggalkan para pengungsi, kini kondisinya tidak terawat.

Meski dikelola oleh Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, namun banyak bangunan yang hancur, termakan usia. Termasuk dengan rumah sakit yang sejatinya canggih pada masanya.

Meski begitu, pemerintah menilai, rumah sakit di Bekas Kamp Vietnam relatif cocok untuk pendirian rumah sakit khusus penyakit menular.

“Kondisinya sekarang rusak berat. Tidak layak pakai,” katanya.

Adnan mengatakan, rumah sakit yang melayani pengungsi asal Vietnam sejak 1980-1996 itu memiliki fasilitas yang lengkap saat masih beroperasi dulu.

“Fasilitas layaknya rumah sakit, ada ruang operasi, laboratorium, radiologi dan ruang melahirkan,” jelasnya.

Untuk ruang rawat inap saja, katanya, bisa menampung sekitar 150 orang pasien. Selain itu, di rumah sakit seluas 4 hektare itu juga terdapat ruang instalasi gawat darurat.

“Kalau mau dipakai, harus direnovasi dulu,” ujarnya.

Meski begitu, untuk infrastruktur listrik dan air relatif memadai karena terdapat sebuah kolam tampung air, seluas 20 x 30 meter, dengan kedalaman sekitar 3 meter, untuk memenuhi kebutuhan air.

Kemudian, untuk listrik, saat ini sudah menyala 24 jam, dialiri PLN Bright Batam.

“Listrik, baru 2 bulan ini dari Bright (PLN Batam). Sebelumnya genset,” ungkapnya. ***
_______
Sumber: Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.