Soal Rumah Sakit Khusus, HAM Janji Bawa Aspirasi Warga Batam ke Pengambil Kebijakan

Kabar Baik dari Batam

Soal Rumah Sakit Khusus, HAM Janji Bawa Aspirasi Warga Batam ke Pengambil Kebijakan

2 min read

WAKIL Walikota Batam H Amsakar Achmad (HAM) sudah mendengar perihal pro-kontra warga Batam, dan Galang khususnya, terkait adanya rencana menjadikan eks kamp Vietnam sebagai rumah sakit khusus.

Sebagaimana kami kutip dari hasil wawancara dengan Republika.co.id, HAM mengatakan pihaknya menampung seluruh aspirasi warga.

Semua masukan akan dibahas dalam tim terbatas oleh pengambil kebijakan, Danrem, dan Kapolda.

Mengenai opsi yang ditawarkan warga setempat untuk menempatkan rumah sakit khusus penyakit menular di pulau lain, ia mengatakan bisa dipertimbangkan.

“Semua akan diteruskan, semua saran dan masukan akan diteruskan ke pengambil keputusan,” kata dia.

Sementara itu, warga Pulau Galang menyatakan khawatir dengan perlakuan diskriminatif oleh warga daerah lain di Indonesia, bila rumah sakit di bekas Kamp Vietnam dijadikan RS khusus penyakit menular sebagaimana rencana pemerintah.

“Kami khawatir, Batam dikucilkan,” kata warga RW 01 Sijantung Kecamatan Galang, Anwar Sadat dalam sosialisasi virus corona di Pulau Galang, Kamis (5/3/2020).

Ia menyampaikan kekhawatirannya. Katanya, bila suatu saat bepergian ke Jakarta atau daerah lain di Indonesia, kemudian ada yang bertanya daerah asalnya, orang akan menjauh begitu tahu kampungnya adalah Batam.

Warga itu juga cemas, bila nantinya Kota Batam idientik dengan virus corona.

“Saya pribadi prihatin, kami di Sijantung, bagai petir menyambar di siang bolong. Sekarang banyak yang galau. Tidak enak makan, tidak bisa tidur,” kata dia.

Selain khawatir dengan pandangan warga daerah lain, ia mengatakan juga menolak penggunaan rumah sakit bekas Kamp Vietnam. “Kamp Vietnam tempat bersejarah dunia. Tempat pengungsi Vietnam,” kata dia.

Dia juga menyampaikan kekhawatirannya, pariwisata di sekitar Pulau Galang menjadi sepi bila pembangunan rumah sakit jadi dilanjutkan.

Warga Pulau Galang pun menawarkan pulau lain untuk dijadikan lokasi rumah sakit khusus untuk penyakit menular, termasuk Covid-19. Lokasi itu ditawarkan sebagai alternatif kamp peninggalan pengungsi Vietnam.

“Kalau dapat jangan di Kamp Vietnam, pulau lain banyak yang besar,” kata warga Sijantung dalam sosialisasi tentang virus corona dan antisipasi penyebarannya.

Ia mengatakan sejatinya warga Pulau Galang dan sekitarnya selalu menyetujui dan mendukung pemerintah.

Namun, tidak dengan penempatan rumah sakit di pulau yang terhubung dengan lima jembatan dari Pulau Batam. Apalagi, bekas Kamp Vietnam lokasinya dikelilingi permukiman warga, antara lain Sijantung, Dapur 3, dan Karas.

Ketua Ikatan Keluarga Rempang Galang, Herman, juga menyatakan penolakannya terhadap rencana pemerintah untuk mnempatkan rumah sakit khusus penyakit menular di Kamp Vietnam, Pulau Galang.

“Intinya kami masyarakat Galang tidak setuju dan tidak sependapat dengan keputusan Presiden,” kata dia.

Apalagi, keputusan menjadikan Kamp Vietnam sebagai rumah sakit khusus itu terkesan mendadak. Panglima TNI turun melihat lokasi Kamp Vietnam, baru masyarakat diberi tahu.

“Ini sangat membahayakan. Mungkin tuan-tuan setelah habis tugas, balik ke kampung masing-masing. Kami balik ke mana, ini tempat kami lahir. Ini yang membuat kami risau,” kata dia.

Di tempat yang sama, warga Galang lainnya, Ahmad Sulaiman menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah membangun rumah sakit khusus penyakit menular di sana.

Ia menyatakan yakin, bahwa pemerintah telah melakukan kajian sebelum menetapkan keputusan. “Kami mendukung penuh program pemerintah,” kata dia. ***
__________
Sumber: Republika.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.