Embun Pagi HMR

Kabar Baik dari Batam

Embun Pagi HMR

1 min read

DI JANTUNG Kota Yogyakarta, antara Tugu hingga Kraton, terdapat empat (4) jalan. Pertama, Margoutomo. Terusannya, bernama Malioboro. Jalan lanjutannya adalah Margomulyo. Kemudian dari Kantor Pos hingga Kraton adalah Jalan Pangurakan.

Margoutomo artinya setiap manusia sebaiknya memastikan dirinya menempuh “jalan utama”. Bisa pengutamaan akal dan budi, bukan menomersatukan pencapaian kekuasaan, kesejahteraan ekonomi atau eksistensialisme.

Margoutomo bisa juga diartikan “berbadan sehat, berbudi tinggi, berpengetahuan luas, berpikiran bebas”, atau apapun yang intinya memaksimalkan peran kemanusiaan untuk fungsi “rahmat bagi seluruh alam semesta”.

“Malio-boro”. “Malio” artinya “jadilah Wali”, mengelola posisi kekhalifahan, menjadi wakil Tuhan untuk memperindah dunia, “mamayu hayuning bawana”. Malioboro artinya jadilah Wali yang mengembara (“boro”): mengeksplorasi potensi-potensi kemanusiaan, penjelajahan intelektual, eksperimentasi kreatif, berkelana di langit ruhani.

Setelah itu tibalah di jalan kemuliaan (Margo-mulyo). Dalam idiom Islam, yang diperoleh bukan hanya ilham (inspirasi) dari Tuhan, tapi juga fadhilah (kelebihan), ma’unah (keistimewaan) dan karomah (kemuliaan).

Di ujung jalan Margomulyo, orang menapaki Pangurakan. Jiwanya sudah “urakan”, artinya sudah berani mentalak kepentingan dunia dari hatinya. Parameter manusia bukanlah “siapa dia”, melainkan “seberapa pengabdiannya kepada sesama”. ***

Berita Lainnya

1 min read
1 min read
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.