Dengan QRIS, Kini Transaksi di UMKM dan Pasar Tradisional Kian Mudah jua Moderen

Kabar Baik dari Batam

Dengan QRIS, Kini Transaksi di UMKM dan Pasar Tradisional Kian Mudah jua Moderen

2 min read

USAHA mikro kecil menengah (UMKM) dan pedagang di pasar-pasar Kota Batam diajak untuk memanfaatkan pembayaran berbasis teknologi.

Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau (BI Kepri), Musni Hardi Kasuma Atmaja mengatakan pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke beberapa pasar guna mengajak para pedagang menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

“Sabtu lalu kita sudah sosialisasi di MB2, pasar dan tenant malnya. Sudah 300 yang proses on boarding, dan yang sudah cetak QRIS-nya ada 20. Sisanya dalam proses pengurusan,” kata Musni dalam pembukaan Pekan QRIS di Politeknik Negeri Batam, Senin (9/3/2020).

Musni mengatakan, ada beberapa keuntungan bagi UMKM apabila menggunakan QRIS.

Pertama, dapat mempermudah transaksi karena menggunakan alat pembayaran kekinian.

Dengan memanfaatkan sarana pembayaran digital, dapat meminimalkan risiko pelaku usaha menerima uang palsu.

Selanjutnya, pedagang tak perlu menyiapkan uang kecil untuk kembalian. Juga mengurangi risiko menerima uang lusuh bahkan robek.

“Dengan pembayaran elektronik ini cashflow juga terpantau sehingga memudahkan proses untuk ekspansi usaha,” ujarnya.

Saat ini, kata Musni, penggunaan QRIS juga sudah disosialisasikan kepada UMKM, khususnya binaan BI. Menurutnya semua UMKM binaan BI sedang proses pengajuan QRIS.

Musni menjelaskan, QRIS ini memudahkan pedagang karena tak perlu memajang terlalu banyak QR code di tempat usahanya. Cukup dengan QRIS bisa digunakan seluruh aplikasi sistem pembayaran.

Saat ini ada 28 penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJSP) yang bekerja sama, terdiri dari 19 bank dan 9 non bank.

Seperti OVO, Gopay, Shopee Pay, Dana, Paytren Link Aja, WeChat Pay, Bank Mandiri, Mandiri Syariah, BRI, BNI, BNI Syariah, Danamon, BCA, dan sebagainya.

Sedangkan merchant yang sudah memanfaatkan QRIS ada sebanyak 27 juta di berbagai wilayah Indonesia.

“Dulu QR code dikeluarkan PJSP masing-masing. Sekarang kita standarkan dengan QRIS. Jadi merchant hanya cukup satu QR, bisa diakses semua. Tak banyak lagi QR bersusun di depan. Dan bagi customer lebih enak, tak harus instal banyak aplikasi,” paparnya.

Bagi pedagang yang ingin menggunakan QRIS bisa langsung ke PJSP berizin, termasuk perbankan. Waktu pembuatan QRIS ini tidak lama, hanya sekitar satu pekan.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdako Batam, Febrialin mengatakan Pemerintah Kota Batam sangat menyambut baik QRIS. Karena dapat memudahkan masyarakat, baik sebagai penjual maupun pembeli.

“QRIS ini dapat melindungi pedagang dan konsumen dalam melakukan transaksi. Sangat membantu masyarakat dalam melaksanakan transaksi, khususnya non tunai. Maka tentunya kita sangat mendorong dan merespon positif,” tutur mantan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata ini.

Pekan QRIS ini diadakan serentak di 46 Kantor Perwakilan BI se-Indonesia. Berlangsung 9-15 Maret dengan berbagai agenda. Antara lain talkshow, sosialisasi di pasar-pasar, sosialisasi ke pelajar dan mahasiswa, aneka lomba, dan bazar. ***
________
Sumber: Media Center Pemko Batam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.