Embun Pagi HMR

Kabar Baik dari Batam

Embun Pagi HMR

1 min read

SUATU hari seorang arsitek jempolan mengajukan pengunduran diri pada bosnya. Namun sebelum disetujui, sang bos memintanya membikinkan sebuah rumah. Permintaan itu pun disetujui.

Karena merasa ini pekerjaan terakhirnya, dia mengerjakan agak kurang detil, sehingga rumah itu pun cepat selesai. “Toh nanti orang yang nempati tak akan tahu juga kok,” ujarnya dalam hati.

Plot twist terjadi saat dia menyerahkan hasil karyanya pada sang bos. Ternyata rumah itu dia hadiahkan kepada sang arsitek sebagai tanda jasanya kepada perusahaan selama ini.

Sang arsitekpun terdiam. Lalu air matanya menetes. Dia menangis. ”Oh… Pak, alangkah malunya saya. Mengapa di saat terakhir kali bekerja, saya tak melakukan dengan baik?” sesalnya.

“Dan apakah yang dinamakan bekerja dengan rasa cinta?
Bagai membangun rumah dengan penuh kesayangan, seolah-olah kekasihmulah yang akan mendiaminya di masa depan…” tulis Kahlil Gibran dalam “Sang Nabi.” ***

Berita Lainnya

1 min read
1 min read
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.