Jangan Bahayakan Orang Lain, Jujurlah Menjawab Riwayat Kesehatan dengan Benar

Kabar Baik dari Batam

Jangan Bahayakan Orang Lain, Jujurlah Menjawab Riwayat Kesehatan dengan Benar

2 min read

Diperagakan oleh dr. Emi Yanti dari Puskesmas Seipanas

BERSATU LAWAN COVID-19

SEBAGAI petugas di garda terdepan, tim medis Puskesmas meminta masyarakat tidak berbohong saat ditanya beberapa hal yang menjadi deteksi dini Covid-19. Sebab, bisa mengancam keselamatan orang lain.

Pertanyaan yang menjadi deteksi dini Covid-19 tersebut adalah:

1. Keluhan Anda
2. Riwayat sakit Anda
3. Riwayat perjalanan Anda
4. Riwayat kontak dengan pasien covid-19

“Karena kami juga memiliki keluarga di rumah. Jika Anda berbohong tentang hal tersebut, kami dan keluarga kami terancam,” bunyi imbauan yang diperagakan seorang petugas Puskesmas Seipanas (lihat foto).

Apakah ada masyarakat yang berbohong saat diperiksa? Yang jelas inilah yang terjadi di hampir setiap Puskesmas di Batam.

Kami ambil contoh di Puskesmas Mentarau, Selasa (24/3/2020) sekitar pukul 13.30 WIB.

Saat itu, petugas UPTD Puskesmas Mentarau merujuk pasien ke Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) di Sekupang, berdasarkan pemeriksaan dan anamnesis pasien di lapangan patut dicurigai pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19.

Namun setelah pemeriksaan lebih lanjut di IGD RSBP pasien dinyatakan boleh pulang dan menurut info, pasien hanya menderita Asma dan disarankan isolasi mandiri di rumah selam 14 hari.

Hal ini berarti ada miss komunikasi atau ada ketidak jujuran dari si pasien/keluarga, ketika di anamnesis oleh dokter puskesmas.

Untuk itu, mohon jujurlah ketika ditanya petugas medis. Sebab, efek nya dapat merugikan si pasien di lingkungan tempat tinggal, karena tetangga jadi was-was.

Kerugian lain, juga diderita oleh petugas Puskesmas, baju Alat Pelindung Diri (APD) jadi terbuang sia-sia.

Sama halnya dengan rumah sakit, di setiap puskesmas juga harus dibekali baju APD.

Ingat, tim medis (dokter dan perawat) merupakan garda terdepan juga menangani pasien virus corona (covid-19).

Persoalannya juga sama, APD ini juga minim. Padahal APD sangat menentukan kesehatan dan keselamatan tenaga medis yang menangani pasien Covid-19. Apalagi setelah melihat sejumlah dokter di Jakarta ikut gugur.

Pakai APD saja rentan tertular, hingga gugur. Apalagi jika tidak dibekali dengan alat lengkap.

APD yang digunakan tim medis kini hanya sekali pakai. Begitu selesai, harus dibuang dan dimusnahkan.

Karena itu jujurlah! “Karena kami juga memiliki keluarga di rumah. Jika Anda berbohong tentang hal tersebut, kami dan keluarga kami terancam,” ujar salah seorang petugas Puskesmas Mentarau. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.