Belajar di Rumah Tambah Dua Minggu, Mulai 31 Maret sampai 13 April 2020

Kabar Baik dari Batam

Belajar di Rumah Tambah Dua Minggu, Mulai 31 Maret sampai 13 April 2020

2 min read
PEMERINTAH Kota Batam memperpanjang belajar mengajar di rumah untuk siswa TK, SD, SMP/MTS selama dua pekan ke depan, guna mengantisipasi dan upaya preventif penyebaran virus corona (Covid-19) di Batam.

Kepada Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Batam Hendri Arulan mengatakan, hal itu merujuk surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020.

Yakni tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Covid-19 dan dalam rangka mengantisipasi dan upaya preventif menjaga dan melindungi masyarakat Kota Batam.

“Dalam hal ini Pemerintah Kota (Pemko) Batam memperpanjang pemberlakuan kegiatan belajar di rumah, sampai dengan Senin, 13 April 2020, Pak Walikota Batam juga sudah membuat surat edaran tentang perpanjangan kegiatan belajar di rumah ini,” ucap Hendri, Jumat (27/3/2020).

Dikatakan Hendri, dalam surat edaran yang dibuat oleh Walikota Batam H Muhammad Rudi (HMR) itu ada tujuh poinnya.

Pertama, tidak dibolehkan melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) atau kegiatan apapun yang mengharuskan tenaga pendidik dan siswa hadir dan berkumpul di sekolah.

Kedua, tenaga pendidik melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) dari rumah atau tempat tinggal (work from home) dan harus berada di rumah masing-masing, bukan di tempat lain yang tidak semestinya.

Kecuali dalam keadaan mendesak yang dapat dipertanggungjawabkan dengan memperhatikan prinsip distancing dan kepala sekolah bertanggungjawab terhadap kepastian KBM berlangsung dengan menerima Laporan Harian Kerja (LHK) proses KBM dari tenaga pendidik.

Ketiga, kepala sekolah wajib siaga di kantor untuk mengantisipasi kemungkinan warga sekolah atau masyarakat berurusan terkait dokumen pendidikan.

Keempat, Dinas Pendidikan dan satuan pendidik agar menunda kegiatan lomba-lomba pendidikan dan dan lomba-lomba lainnya diluar sekolah termasuk kegiatan ounting class atau study tour.

Kelima, menjaga lingkungan sekolah tetap higienis dan menjaga kesehatan dengan menerapkan Pola Hidup Berih dan Sehat (PHBS).

Keenam, ujian sekolah berbasis nasional (USBN) SD/Ml, dan Ujian Nasional (UN) SMP/MTs serta pendidikan keseharaan tahun 2020 dibatalkan.

Ketentuan pelaksanaan ujian kelulusan dan ujian kenaikan kelas mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 tahun 2020.

Ketujuh, melakukan koordinasi dengan orang tua murid melalui paguyuban kelas untuk menjaga dan mengawasi anaknya agar tidak keluar rumah jika tidak memiliki kepentingan yang mendesak dan tetap belajar di rumah. ***
_____
Sumber: haluankepri.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *