Lawan Covid-19 ala Sekda Jefridin: Gowes 50 Km, Tak Lupa Physical Distancing

Kabar Baik dari Batam

 Lawan Covid-19 ala Sekda Jefridin: Gowes 50 Km, Tak Lupa Physical Distancing

2 min read

SEKDA H Jefridin (dua dari kanan), istirahat sejenak di Jembatan Seiladi. Tak lupa physical distancing.

BERSEPEDA bisa menjadi pilihan warga Batam untuk menghindari sebaran virus corona (Covid-19).

Inilah yang dilakukan Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefridin, bersama beberapa pejabat Pemerintah Kota Batam, Sabtu (28/3/2020) pagi tadi.

Start dari rumahnya di Tiban I, usai salat Subuh atau sekitar pukul 05.30 WIB, suami Hj Hariyanti Jefridin ini menyusuri jalanan Kota Batam sejauh 50 kilo meter.

Ikut mendampingi Jefridin, Faizal Riza (Sekretaris BPKAD Batam), Firdaus (Kasubag Bagian Umum Setdako Batam), Wawan (Kabid Disperindag Batam) dan Husni (Kasi BPKAD Batam).

Rombongan kecil ini kemudian menempuh rute: Tiban I – RS Awal Bros – Pendakian Pelita – Batuampar. Kemudian, belok ke SMPN 4 Bengkong, lalu lurus kantor Camat Bengkong – Ocarina – Pelabuhan Batam Center – Simpang Calista, lalu belok kiri.

“Di sini kami mampir sarapan di Lim Kopi, sekitar 15 mienit,” jelasnya.

Setelah beres, “lima sekawan” ini lanjut dari Lim Kopi – Simpang Jejaksaan – Simpang Masjid Agung – Simpang Kepri Mall – Simpang Flyover Tuah Madani, kemudian melalui tanjakan panjang di Hotel Vista – lurus Tiban Center – ujung Citra Line. “Hingga akhirnya sampai lagi di rumah, Tiban 1,” terangnya.

50 kilometer yang berhasil ditempuh Jefridin ini, sedikit lebih pendek dari jarak yang berhasil ditempuh saat gowes Minggu lalu, yakni 54,18 Km. “Alhamdulillah wa syukurillah,” pujinya kepada Allah.

Cuma satu yang Jefridin ingatkan kepada tim maupun masyarakat kota Batam pada umumnya.

Bersepeda di tengah wabah yang merebak di dunia saat ini tentu dilakukan dengan cara berbeda, yakni menghindari kontak yang sangat dekat dengan orang lain.

“Harus tetap jaga jarak (physical distancing),” ujar Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam ini.

Sejak awal, lanjutnya, jarak antarpesepeda dijaga. Kemudian saat berhenti, timnya tidak berkerumun.

“Semua yang saya sampaikan ini lebih kepada upaya untuk mencegah. Jadi, mohon untuk tidak salah mengartikan,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *