Terapkan Physical Distancing, Alasan Pemilik Kedai Kopi Pojok 55 Ini Bikin Kagum

Kabar Baik dari Batam

Terapkan Physical Distancing, Alasan Pemilik Kedai Kopi Pojok 55 Ini Bikin Kagum

2 min read

BERSATU LAWAN COVID-19

MINGGU lalu, Pemerintah Kota Batam mengeluarkan imbauan agar restoran dan cafe sebisa mungkin hanya melayani pembeli untuk dibawa pulang atau pemesanan lewat telepon dan aplikasi.

Sudah banyak rumah makan dan kafe yang melaksanakan imbauan yang dibuat untuk memutus mata rantai pandemi virus corona atau Covid-19 di Batam ini. Salah satunya yang dilakukan pemilik Kedai Kopi Pojok 55.

Hal yang dilakukan kedai di Ruko Cipta Puri, Jalan Gajah Mada, Tiban Baru, Sekupang, tersebut, menarik perhatian Didik Hariyanto, yang kemudian dia tulis dalam akun Facebook-nya.

Hal yang menarik dari Kedai Kopi Pojok 55 ini, demikian Didik menulis, karena menerapkan physical distancing atau jaga jarak dengan cara:

1. Mengosongkan kursi bagian dalam.
2. Mengganti cangkir gelas dengan cangkir plastik.
3. Pelanggan yang datang langsung diarahkan take away (bawa pulang).

“Saya bertanya ke Ko Jefri (pemilik Warung Pojok 55), Anda melakukan hal ini karena ada arahan dari Kelurahan, Puskesmas, atau…?”

Pertanyaan ini langsung dijawab: hal ini dilakukan atas inisiatifnya sendiri, karena dia merasa semua pelanggannya adalah saudaranya.

“Pemerintah telah bersusah payah melakukan sosialisasi dan edukasi, para pengusaha sudah menyumbang, jadi apa artinya kalau saya tidak mendukung gerakan itu semua!” tegas Jefri.

Upaya yang dilakukan Ko Jefri (Warung Pojok 55), lanjut Didik dalam tulisannya, tidaklah mudah.

Terutama mengubah pola pelanggan yang biasa duduk sambil menikmati secangkir kopinya yang bikin nagih itu.

“Saya perhatikan dia dengan keramahannya berusaha memberi pengertian kepada siapapun yang datang,” kisah Didik.

“Mungkin hal ini dapat ditiru oleh semua pelaku kedai kopi, bisnis tetap jalan dan physical distancing tetap harus dilakukan!” ulas Didik dalam tulisannya.

Sebagai mana diketahui, Walikota Batam H Muhammad Rudi (HMR) mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada pelaku usaha restoran atau rumah makan, penyelenggara usaha makanan dan minuman, serta pelaku usaha catering dan sejenisnya.

Intinya, pemilik usaha kuliner selalu menjaga kelayakan konsumsi (higienis) dan mengutamakan pelayanan bawa pulang atau tidak makan di tempat.

โ€œKita imbau pelaku usaha restoran atau rumah makan ini lebih mengedepankan pelayanan untuk dibawa pulang seperti nasi bungkus,โ€ kata Wakil Walikota Batam H Amsakar Achmad di Dataran Engku Putri Batam Centre, Kamis (26/3/2020) lalu. ***
____
Dilengkapi sumber artikel dan foto: Facebook Didik Hariyanto

 

TAMPAK dalam Warung Pojok 55. Kursi sudah dilipat.
DERETAN kursi Warung Pojok 55, hanya dipasang di luar dengan jarak cukup longgar.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright ยฉ Katabatam.com | Newsphere by AF themes.