Usai Dirawat di RSUD Embung Fatimah, 12 PDP Covid-19 Dinyatakan Sembuh

Kabar Baik dari Batam

Usai Dirawat di RSUD Embung Fatimah, 12 PDP Covid-19 Dinyatakan Sembuh

2 min read

Salah seorang PDP Covid-19 RSUD Embung Fatimah, bersiap pulang setelah dinyatakan sehat.

HINGGA saat ini, 12 dari 15 orang yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah terkait Covid-19, telah dinyatakan sehat dan dapat kembali ke rumah masing-masing.

Demikian diungkap Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Azri Apriansyah, Kamis (2/4/2020).

Kepala Dinas Komunikasi dan informatika Kota Batam ini merinci: dari 15 orang tersebut, dua berstatus positif Covid-19, sedangkan 13 lagu masuk pasien dalam pengawasan (PDP).

“Tiga (3) dari 15 orang yang dirawat tersebut, meninggal dunia. Dua orang positif Covid-19 dan satu orang berstatus PDP. Sisanya, 12 PDP berhasil disembuhkan dan diizinkan pulang,” jelas pria berkacamata ini

Bagi yang sudah dinyatakan sehat dan dipersilakan kembali ke rumah masing-masing, tetap dilakukan pemantauan oleh RSUD dan tim medis lain.

Ada kisah unik, ternyata dari 12 PDP yang dinyatakan sehat itu ada satu orang yang akan pulang ke kampung halamannya (bukan warga Batam).

Tentu saja, pihak RSUD belum memperkenankan lalu menyarankan untuk tetap tinggal di RSUD sampai beberapa hari, sembari memastikan kondisinya benar-benar sembuh.

Setelah dinyatakan sembuh benar, maka Selasa (31/3/2020) dia dijemput oleh Dinkes Batam untuk diinapkan semalam di sebuah hotel untuk menunggu pemberangkatan ke daerah asalnya.

“PDP yang sudah sembuh itu, tetap diingatkan agar setibanya di kampung halaman, melakukan melakukan self quarantine. Ini sebagai bukti bagaimana pihak RSUD dan Dinkes Batam memperhatikan pasiennya,” urai pria kelahiran Tanjungpinang ini.

Terkait pasien yang meninggal, Azril mengatakan bahwa tim media RSUD Embung Fatimah sudah berbuat semaksimal mungkin.

“Tentu hal tersebut menjadi duka mendalam bagi tim medis. Sebab, menjadi kebahagiaan tersendiri bagi dokter melihat pasiennya sembuh. Sebab itu sudah menjadi sumpah dan dedikasinya,” urai Azril.

Untuk itu, sia berharap janganlah tim medis ini semakin dipojokkan dengan berita-berita yang membebani psikis mereka, apalagi berita-berita tersebut tidak kita saksikan secara langsung, hanya mendengar dari kabar berantai.

“Mari kita bantu mereka (tim medis) semampu kita. Jika tidak bisa membantu, diam dan tidak menyebarkan berita-berita seperti ini saja sudah sangat berarti,” ajaknya. ***
______

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *