Media Online Menulis Tim Medis RSUD: Tak Bisa Bertemu Anak hingga Pingsan Kelelahan

Kabar Baik dari Batam

Media Online Menulis Tim Medis RSUD: Tak Bisa Bertemu Anak hingga Pingsan Kelelahan

2 min read

AIR MATA langsung menetes saat membaca berita perjuangan tim medis Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah, dari beberapa media online di Kota Batam.

Suryakepri.com, menurunkan laporan berjudul “Bikin Merinding, Begini Perjuangan Tim Medis di RSUD Embung Fatimah Batam.”

Isinya mengenai perjuangan para anggota Tim Medis di Batam saat menghadapi wabah corona saat ini.

Bahkan media ini menampilkan foto seorang tenaga medis dengan pakain APD lengkap tampak kelelahan di ruangan. Ia memilih duduk di lantai untuk beristirahat.

Demikian juga yang dilakukan sejumlah tim medsi perempuan saat beristirahat. Gambaran ketegangan tampak di raut muka mereka.

Sementara itu, berita7.co.id menurunkan tulisan berjudul “Pandemi Covid-19, Inilah Cerita Perawat RSUD Embung Fatimah, Mulai Dari Tak Bertemu Anak Hingga Pingsan Saat Menangani Pasien.”

Dalam tulisan itu dikisahkan berbagai cobaan pun harus dihadapi oleh tenaga medis khususnya perawat.

Seperti yang diceritakan Pita (bukan nama sebenarnya) salah satu perawat yang menangani pasien Covid-19 di RSUD Embung Fatimah.

Selama ditugaskan menangani pasien Covid-19, saat itulah Pita harus meninggalkan anaknya dan bertemu kembali dengan keluarga hingga 28 hari kedepan, tentunya hal ini sangat sulit baginya. Namun, sebagai bentuk pengabdian dia pun rela mengemban tugas yang sangatlah berat.

“Sekarang kami harus tinggal di asrama, setiap tak bertugas, saya selalu nangis kalau mengingat anak, “Ujarnya kepada berita7.co.id, Rabu (01/04/2020) malam.

Lanjut Pita, saat dalam penanganan pasien Covid-19, tak sedikit rekan sejawatnya yang kelelahan, bahkan beberapa perawat sempat pingsan lantaran kelelahan dan kekurangan oksigen karena menggunakan APD hingga berjam-jam.

“Karena sesak kekurangan oksigen dan keringat berlebihan, makanya rekan kami banyak yang tumbang, “Katanya.

Pita juga sempat bercerita, saat menangani pasien Covid-19 nomer 3 yang meninggal pada Senin (30/03/2020) lalu, tiga perawat yang menangani juga ikut tumbang, lantaran selama enam jam para perawat berjibaku membantu korban yang mulai turun kesadaran.

“Sebelum pasien meninggal, tiga perawat sampai tumbang karena memberikan pertolongan ke almarhum, pasien dari sore kondisi drop sudah diberikan pertolongan kurang lebih enam jam, “Jelasnya.

Akan tetapi kata Pita, rekan sejawatnya sempat kecewa dan sedih, lantaran mendapatkan informasi kalau para perawat Covid-19 di RSUD Embung Fatimah memberikan pelayan buruk kepada pasien. Padahal menurutnya pasien positif corona setiap hari mendapatkan pelayanan yang baik. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.