Tak Hanya Terapkan PSBB, HMR akan Minta Setop Kapal Pelni ke Batam

Kabar Baik dari Batam

Tak Hanya Terapkan PSBB, HMR akan Minta Setop Kapal Pelni ke Batam

2 min read

Walikota Batam H Muhammad Rudi saat menerima bantuan dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Batam, berupa uang tunai senilai Rp50 juta.

SUDAH 21 hari Pemerintah Kota Batam malakukan imbauan tinggal di rumah untuk warganya, guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Hasilnya sudah ada, namun kecil.

Demikian diungkap Walikota Batam yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), Senin (6/4/2020).

HMR menyampaikan terima kasih atas partisipasi masyarakat itu. Namun, dia harap dukungan semua pihak itu ditingkatkan agar Covid-19 ini segera berlalu di Batam.

“Jika ingin mengalahkan Covid, tergantung kita. Mau ini cepat selesai, kuncinya ada di kita. Kami pemerintah inginnya 20 hari selesai. Dua minggu masa inkubasi, minggu ketiga kita rawat mereka yang sakit,” tutur Kepala Badan Pengusahaan Batam tersebut.

Tapi, sambungnya, apabila ingin Covid-19 selesai dalam waktu 20 hari, kegiatan di Kota Batam harus sangat dibatasi. Karena itu akan dilakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Kalau mau, sebulan selesai. Karena kita bisa memutus mata rantai Covid ini. Tapi yang kita jalankan sekarang masih setengah-setengah. Maka agak panjang kerja kita. Kita sudah menghentikan kegiatan sekolah, pekerja sebagian bekerja di rumah, itu sudah ada dampak, tapi masih kecil,” ujarnya.

Untuk melaksanakan PSBB tersebut, pemerintah harus bisa menanggung semua kebutuhan masyarakat Batam. Rudi mengatakan sembako yang dibutuhkan harus mencukupi untuk satu bulan. Rencananya berisikan beras 20 kg, mie instan 1 dus, dan minyak goreng.

“Jika semua dihentikan, pemerintah harus menyiapkan 415.000 paket sembako untuk dibagikan ke warga terdampak. Setelah itu ada, bisa kita mulai pembatasan ketat masyarakat untuk keluar,” sambungnya.

Ia mengatakan, pada dasarnya kondisi Batam sebagai pulau kecil ini diuntungkan untuk upaya penanganan Covid-19. Tapi akan lebih efektif apabila pintu masuk ke Batam ditutup, termasuk pelabuhan.

”Pemerintah Kota Batam juga akan menyurati Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan agar untuk sementara menghentikan kapal Pelni ke Batam. Karena kemarin ada masuk,” ungkapnya dia. ***
_______
Sumber: Media Center Pemko Batam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.