Berani Naikkan Harga Bahan Pokok di Atas Normal, Izin Dicabut

Kabar Baik dari Batam

Berani Naikkan Harga Bahan Pokok di Atas Normal, Izin Dicabut

2 min read

DINAS Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam sudah mendengar semua aduan masyarakat tentang adanya oknum pengecer yang menaikkan bahan pokok di atas harga normal. Sanksi tegas telah menanti.

“Kami akan cabut izinnya. Karena sudah seringkali kita peringati bagi pedagang yang coba memanfaatkan kesempatan,” kata Kepala Disperindag Batam Gustian Riau di Batam Centre, Selasa (7/4/2020).

Pemko Batam, katanya, telah berkoordinasi dengan distributor bahan pokok untuk memastikan ketersediaan stok untuk beberapa bukan mendatang dan stabilisasi harga pangan di tengah merebaknya virus Corona (Covid-19).

“Pertemuan ini untuk memastikan stok yang ada di distributor. Sekaligus kami ingin tahu berapa banyak yang akan dipesan lagi, ” kata Gustian.

Distributor satu-satu melaporkan stok pangan yang mereka miliki. Hal ini diperlukan karena di tengah penanganan pandemi, bahan pokok merupakan hal yang sangat penting.

”Stok semua komoditi pangan utama yang ada, tak ada masalah untuk tiga bulan ke depan. Stok pangan enam bulan sampai sembilan bulan, kami bicarakan juga,” ujarnya.

Ia menyebutkan, ketersediaan bahan pokok kini termasuk untuk memenuhi kebutuhan warga yang akan dibantu pemerintah terkait rencana karantina wilayah kelak. ”Sudah termasuk yang ingin dibantu pemerintah itu,” katanya.

Menurut Gustian, Walkota Batam H Muhammad Rudi (HMR) sejak awal meminta pihaknya untuk memastikan pangan untuk Batam tersedia. Apalagi ada rencana karantina per zona, kebutuhan bahan pokok harus jadi perhatian utama.

”Beliau bahkan sudah menyiapkan surat ke Kementerian Perdagangan. Pak Wali meminta kerja sama antar wilayah seperti Jambi dan Lampung dijemput,” katanya.

Soal harga, pemerintah dengan distributor sepakat tidak sembarangan menaikkan harga. Termasuk tingkat pengecer juga akan dipantau bahkan hingga ritel. Kalau ada yang sembarang menaikkan harga dan tidak wajar akan ditindak.

“Proses sesuai aturan yang berlaku. Dengan distributor sudah sepakat, jangan sampai tingkat pengecer yang main. Masyarakat sudah susah jangan lagi dibuat susah,” katanya.

Pihaknya juga akan berkordinasi dengan Satgas Pangan terkait stok yang akan pangan di distributor. Ini diperlukan agar jangan sampai stok dikira penimbunan.

”Ini stok untuk kondisi sekarang, bukan penimbunan. Apalagi daerah kita bukan daerah penghasil,” ujarnya. ***
__________________
Sumber: Sindobatam.com
Foto: ilustrasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.