Tak Mau Gegabah Terapkan PSBB, HMR Siapkan Empat Penunjang untuk Masyarakat

Kabar Baik dari Batam

Tak Mau Gegabah Terapkan PSBB, HMR Siapkan Empat Penunjang untuk Masyarakat

2 min read

BATAM akan segera melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama dua minggu. Namun sebelum itu diterapkan, ada empat hal yang harus disiapkan. Apa saja?

Hal ini diungkap Walikota Batam/Kepa Pengusahaan Batam H Muhammad Rudi (HMR) saat telewicara di acara Detak Kepri Malam, live di Batam TV, Rabu (8/3/2020) pukul 19.00 WIB.

“Sebelum diberlakukan harus ada kejelasan dulu jaminan sembako untuk masyarakat, jajaran Dinas Kesehatan terkait peralatan tes medis (Polymerase Chain Reaction/PCR), ruang karantina, dan pihak keamanan,” jelas HMR.

Setelah keempat hal krusial tersebut siap, maka PSBB baru bisa diterapkan selama 14 hari.

Selama masa tersebut, aturan akan benar-benar dilaksanakan dengan ketat. Tak hanya larangan keluar rumah.

Namun bagi yang benar-benar ada kepentingan atau alasan bekerja ke kantor dan lain-lain, sehingga harus ke luar rumah, maka dikenakan aturan wajib memakai masker.

“Tanpa terkecuali wajib pakai masker. Kalau tak pakai masker akan ditindak tegas. Kalau tegas, tegas sekali. Kalau tidak, maka virus ini akan lama hilang,” jelasnya.

Bila nanti semua berjalan, maka dalam 14 hari itu penyebaran Covid-19 di Batam akan mudah ditangani.

“Saya ingin sekali jalan bisa bersih. Bukan seperti yang lalu. Sebab kalau hanya mengimbau, susah menumbuhkan kesadaran masyarakat,” papar suami Hj Marlin Agustina (HMA) tersebut.

Di waktu 14 hari itu, juga akan dilakukan tes massal bagi orang yang diduga terkena penyakit mirip Covid-19. Itulah pentingnya test kit tadi.

“Alat tes (utamanya PCR) masih dipesan. Begitu alat sudah datang, sembako yang akan dibagikan juga siap, karantina siap, Rumah Sakit Darurat di Galang siap, ruang isolasi Covid-19 di RSUD Embung Fatimah siap, aparat siap, maka barulah PSBB bisa dijalankan di Kota Batam,” tegaa Walikota Terbaik Asia 2019 ini.

Terkait ketersediaan sembako ini, HMR menegaskan jatah untuk warga tersebut diukur untuk mencukupi kebutuhan selama sebulan dengan mempertimbangkan anggota keluarganya.

Itulah mengapa yang didata dari kartu keluarga (KK).

“Jangan khawatir, semua dapat. Kita sudah punya data penduduk perkecamatan, berdasarkan KK, alamat rumah dan nomor telepon,” jelasnya.

Kapan PSBB berlaku? Bila diukur dari kesiapan empat hal tersebut, HMR menduga perlu satu atau dua minggu lagi. Artinya kalau dihitung dari hari ini, maka bertepatan dengan bulan Ramadan.

“Kita sudah komunikasi dengan Plt Gubernur Kepulauan Riau yang nanti akan langsung sampaikan kepada Menteri Kesehatan. Setelah izin keluar, maka baru PSBB diterapkan,” akhirnya.

Selama menunggu PSBB berlaku, masyarakat tetap diimbau agar tinggal di rumah, rajin cuci tangan, jaga jarak dan pakai masker. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *