RSUD Embung Fatimah Kebut Penyempurnaan Instalasi Penyakit Infeksius

Kabar Baik dari Batam

RSUD Embung Fatimah Kebut Penyempurnaan Instalasi Penyakit Infeksius

2 min read

KETUA Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) H Amsakar Achmad (HAM/dua dari kanan), saat sidak Gedung Kirana, Instalasi Rawat Penyakit Infeksius, RSUD Embung Fatimah, Rabu (8/4/2020).

RUMAH Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Kota Batam sedang ngebut menyempurnakan Gedung Kirana, Instalasi Rawat Penyakit Infeksius.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) H Amsakar Achmad (HAM), Rabu (8/4/2020) menyempatkan meninjau gedung yang berada di belakang rumah sakit tersebut.

“Sidak ini untuk memastikan semua arahan Pak Wali (Walikota Batam H Muhammad Rudi) agar pembenahan RSUD berjalan sesuai harapan. Alhamdulillah progresnya semakin membaik,” terangnya.

Menurut suami Hj Erlita Sari Amsakar ini, fasilitas RSUD Embung Fatimah akan terus dibenahi dan dilengkapi. “Semoga bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar HAM yang juga Wakil Walikota Batam tersebut.

Pantauan di lapangan, gedung tersebut memiliki 16 kamar dan dua kamar dokter.
Kamar itu juga hanya tempat tidur tanpa dilengkapi pendingin ruangan guna menghindari kelembaban suhu. Tiap hari jendela gedung itu pun harus dibuka.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mendapat informasi tentang pasien dalam perawatan (PDP) yang sudah menyelesaikan perawatan dan boleh pulang.

Pasien atas nama Tuan S tersebut masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Embung Fatimah pada 3 April sore dengan keluhan demam, batuk, nyeri perut, mual, muntah, dan mencret yang menyerupai gejala Covid-19.

Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium dan rontgen dinyatakan pneumonia ringan. Kemudian dilakukan tes dengan alat rapid test, dengan hasil non reaktif.

“Pasien sudah dibolehkan pulang hari ini (8 April). Diantar Ambulans dan petugas kita. Tapi tetap kita minta self-isolation di rumah selama 14 hari. Sebelum pulang kita sudah edukasi juga, untuk menjaga imun tubuh, minum vitamin, terapkan pola hidup bersih dan sehat. Dan kita imbau untuk tidak kontak dekat dulu dengan anggota keluarga di rumah,” terang Direktur RSUD Embung Fatimah Ani Dewiyana.

Dalam masa isolasi mandiri ini nantinya pasien tetap akan diperiksa kembali. Biasanya pemeriksaan dilakukan per 7 hari. Bisa pasien yang datang ke rumah sakit, atau petugas medis yang berkunjung ke rumah pasien. ***
________
Sumber: Media Center Pemko Batam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *