Dari Sedihnya, HMR Menangis saat Sampaikan Keputusan di Depan Tokoh Agama

Kabar Baik dari Batam

Dari Sedihnya, HMR Menangis saat Sampaikan Keputusan di Depan Tokoh Agama

2 min read

WALIKOTA Batam H Muhammad Rudi (baju biru), didampingi Wakil Walikota Batam H Amsakar Achmad, Sekda Kota Batam H Jefridin, saat berbincang dengan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam H Zulkarnain Umar (kiri).

KATA-KATA Walikota Batam H Muhammad Rudi (HMR) mendadak berat. Dia menangis saat menyampaikan anjuran penyetopan segala bentuk kegiatan keagamaan untuk sementara di Kota Batam.

“Dengan membacakan Bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini bapak ibu, saya harus mengambil keputusan…” sampai pada kalimat ini suara HMR mendadak terhenti. Nafasnya tersekat seolah dadanya ditimpa beban berat.

Kemudian dengan sekuat tenaga dia mencoba melanjutkan kata-katanya. “Bahwa untuk berkumpul…” lagi-lagi HMR tak mampu melanjutkan. Kali ini disertai tangis.

Hingga kemudian, HMR mampu menguasai emosinya untuk menuntaskan keputusan yang disampaikannya itu.

“Untuk ibadah ataupun kegiaitan masyarakat. Saya akan buat surat edaran, bahwa semua akan kita larang, bapak ibu sekalian.”

“Mohon sampaikan ini demi kepentingan umat seluruhnya, agama apa pun di kota Batam yang jumlahnya 1,3 juta. Ini yang harus saya selamatkan bapak ibu sekalian,” jelasnya.

Tepuk tangan pun membahana dari hadirin yang umumnya tokoh agama di Kota Batam itu.

Selama memimpin, baru kali ini, HMR, Walikota Batam yang juga Kepala Badan Pengusahaan Batam yang biasa tegar dan tegas itu, tampak menangis saat rapat terbuka yang diselenggarakan di panggung terbuka Dataran Engku Putri, Selasa (14/4/2020) siang, dan dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat dan OPD di Lingkungan Pemko Batam tersebut.

Wakil Walikota Batam H Amsakar Achmad (HAM), dan Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefridin yang ikut mendampingi dalam pertemuan tersebut sampai ikut terbawa suasana. Mereka tenggelam dalam rasa sedih luar biasa.

“Hampir 10 tahun saya bersama Pak Wali (HMR), tapi hari ini saya merasakan ada getar yang berat dalam pengambilan keputusan untuk melarang seluruh aktivitas keramaian termasuk di tempat ibadah. Memang berat Pak… Tapi saya haqqul yaqiin itu adalah keputusan terbaik & saya tetaplah menjadi bagian atas keputusan tersebut.
# Yaa Allah lindungi kami, masyarakat kami dan kota kami dari pendemi ini,” tulis HAM di halaman Facebook pribadinya. ***
_______
Dilengkapi Sumber: batamclick.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *