Ason Sopian Terharu Melihat Masyarakat Batam Membantu Ringankan Bebannya

Kabar Baik dari Batam

Ason Sopian Terharu Melihat Masyarakat Batam Membantu Ringankan Bebannya

2 min read

ASON Sopian beserta istri dan anaknya, saat menerima kunjungan dari jajaran Kecamatan Sagulung.

KISAH hidup Ason Sopian warga Batam yang terpaksa menjual ponselnya yang rusak demi menghidupi keluarganya, banyak mengetuk hati masyarakat Batam. Camat Sagulung pun bertindak.

Ason Sopian tinggal di Kavling Kamboja, Blok B1, Nomor 87 RT04 RW15 Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung, Batam.

Di sana ia hidup dan tinggal bersama tujuh orang anak dan seorang istri. Tempat tinggal pun ia mengaku masih menyewa.

Ason Sopian tak memiliki pekerjaan tetap. Ia pernah bekerja di bengkel, tapi sekarang sudah tak lagi.

“Tapi beberapa tahun belakangan Saya sakit, awalnya muntah darah dan sampai sekarang tidak bisa kerja,” ujarnya, seperti dilansir dari Koran Sindo Batam.

Kelima anaknya tak seorang pun yang bersekolah. Ketiadaan biaya membuat Ason Sopian terpaksa harus memupus cita-cita anaknya.

Tak ingin anaknya kelaparan, Ason Sopian menjual ponsel rusaknya keliling ke rumah-rumah warga. Ia menawarakan handphone itu seharga Rp10 ribu demi dapat membeli beras.

Uang itu ia gunakan untuk makan anak dan istrinya dan cukup membeli 1 kilogram beras untuk dimasak. Istrinya berjualan tempe. Sebulan berpenghasilan Rp1 juta.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja rasanya tidak cukup.

Mendengar kisah ini, Pemerintah Kota Batam melalui Camat Sagulung Reza Khadafy langsung mengutus Sekcam, Kasi Trantib dan Lurah Pelunggut untuk membantu.

Bukan main bahagianya perasaan istri Ason menerima kehadiran pelayan masyarakat di rumahnya tersebut.

Pemko Batam sebenarnya banyak memberikan insentif bagi warga tak mampu. Tapi mengapa tak sampai ke keluarga ini?

Ternyata, keluarga asal Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat ini belum memiliki KTP dan KK Batam. Pasalnya, mereka hidup berpindah-pindah sehingga RT RW sulit menemukan dan mendata untuk menerima bantuan dari Pemko Batam.

Kini jelas sudah apa masalahnya. Karena itu, pihak kecamatan langsung berkoordinasi dengan RT RW setempat untuk membantu mengurus admnistrasi kependudukannya, sehingga bisa masuk dalam daftar penerima bantuan tetap dari pemerintah.

Melihat upaya ini, kian harulah perasaan keluarga tersebut. Ason dan istri tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih sebanyak banyaknya pada semua yang telah membantu meringankan bebannya.

“Terima kasih saya ucapkan pada Bapak dan semua yang membantu,” ujarnya sembari memohon maaf bila membuat warga khawatir.

Pemko Batam sebentar lagi akan menyalurkan bantuan berupa sembako kepada keluarga terdampak pandemik Covid-19.

Namun kini masih finalisasi pendataan agar golongan penerima tidak tertukar. Karena golongan rawan miskin baru ini bertambah jumlahnya.

Karena itu, Pemko dan Kecamatan Sagulung khususnya, mengajak mereka yang Tuhan luaskan rezekinya dan tangannya selalu di atas, untuk membantu saudara atau tetangga yang ada di sekeliling. Sebab Sekecil apapun akan sangat bermakna.

Apalagi seiring dengan dekatnya bulan suci Ramadhan, berbagi dan bersedekah adalah utama. Semakin banyak berbagi, Insya Allah semakin banyak bertambah rezeki dan indeks kebahagiaan kita. ***
________
Sumber: Koran Sindo dan Facebook Kecamatan Sagulung

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.