Embun Pagi HMR

Kabar Baik dari Batam

Embun Pagi HMR

2 min read

SUATU hari William Henry “Bill” Gates III ditanya, adakah orang yang lebih kaya darinya? Dia menjawab, ada. Tapi hanya satu.

Ketua Microsoft, perusahaan perangkat lunak yang ia dirikan bersama Paul Allen, ini pun berkisah. Sebelum tenar, di Bandara New York, dia ingin membeli koran. Namun uangnya tak ada kembalian. Melihat ini sang loper koran memberikan koran itu percuma.

Tiga bulan kemudian, di bandara yang sama. Bill kembali ini membeli koran kepada loper koran yang sama dan lagi-lagi tak ada kembalian.

Seperti sebelumnya, pemuda kulit hitam itu memberikan koran tersebut kepadanya. Bill tentu saja menolak. “Ambillah. Aku akan memberimu keuntungan dari apa yang telah aku lakukan,”:terangnya.

Hingga lewat 19 tahun kemudian, Bill Gates sudah menjelma menjadi orang ternama. Dia pun ingin menemui penjual itu lagi. Namun anak itu sudah tak ada.

Setelah 15 hari pencarian, barulah dia bertemu

“Kau tahu siapa aku?” tanyanya, dan dijawab si pemuda, “Ya. Kamu Bill Gates.”

Kemudian tokoh bisnis, investor, filantropis, penulis asal Amerika Serikat, itu menyampaikan, beberapa tahun lalu, dua kali dia diberi koran gratis oleh pemuda tersebut.

“Sekarang, aku ingin mengimbangimu. Aku akan memberikan semua yang kau inginkan,” tawar Bill.

Lalu apa jawab pemuda tadi? “Anda tidak dapat mengimbangiku! Karena aku memberimu ketika aku miskin, sedangkan Anda ingin memberi saya ketika Anda kaya? Jadi bagaimana kamu bisa mengimbangiku?” jelasnya.

Bill Gates pun sadar. “Kurasa pria kulit hitam itu lebih kaya dari aku,” gumamnya.

Modal dari kisah ini adalah: kita tidak harus menunggu kaya untuk memberi. Karena adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima. ***
________
Foto: ilustrasi

Berita Lainnya

1 min read
1 min read
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *