Bantuan Tahap 1, Inisiatif HMR untuk Menambah “Bonus” Sembako untuk Warga

Kabar Baik dari Batam

Bantuan Tahap 1, Inisiatif HMR untuk Menambah “Bonus” Sembako untuk Warga

2 min read

TERNYATA bantuan bahan pokok tahap pertama yang dibagikan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat terdampak Covid-19, murni inisiatif Walikota Batam H Muhammad Rudi (HMR) untuk menambah bantuan kepada warganya.

Informasi ini kami dapat dari Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Batam Yusfa Hendri.

Menurutnya, awalnya bantuan untuk warga terdampak Covid-19 direncanakan enam bulan dan mulai dibagikan pada Mei bulan depan.

Namun, HMR tak ingin masyarakat menunggu lama. Karena itu, dia memerintahkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam Gustian Riau, mengalihkan pos sembako murah, agar diberikan gratis kepada warga terdampak.

Dengan inisiatif HMR ini, jika semestinya warga Batam hanya menerima bantuan (yang direncanakan) enam kali, jadi bertambah menjadi tujuh kali.

“Maka itu isi paket tahap pertama ini berbeda dengan yang akan dibagikan pada Mei nanti,” ujar Yusfa.

Seperti diketahui, Pemko Batam punya program Operasi Pasar yang menjual paket sembako murah yang berisi beras 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, dan minyak goreng 2 liter. Harga per paket Rp.97,650, namun dijual ke masyarakat kurang mampu seharga Rp50 ribu.

“Itulah yang dibagikan pada tahap pertama ini secara gratis,” jelas Yusfa.

Paket sembako tersebut akan diprioritaskan kepada warga terdampak yang kurang mampu. Jadi tidak semua Kepala Keluarga mendapatkannya.

Dari 415 ribu KK se Kota Batam berdasarkan pendataan pihak Kecamatan, Kelurahan dan RT/RW terdapat lebih kurang 300 ribu KK terdampak. Inilah yang harus mendapatkan bantuan.

Adapun untuk bantuan sembako pada awal Mei hingga enam bulan mendatang, nilainya tetap: Rp300 ribu perpaket.

Bantuan sembako tersebut bersumber dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Pemerintah Kota Batam, dan Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Paket sembako tahap dua nanti rencananya berisikan 10 kg beras, 3 liter minyak goreng, dan 1 dus mie instan.

Ia mengatakan bantuan yang diberikan memang belum cukup memenuhi kebutuhan warga. Tapi setidaknya dapat mengurangi beban kehidupan yang di masa krisis akibat Covid-19 ini.

Oleh karena itu ada kriteria yang akan dibuat pemerintah dalam penyaluran sembako ini. Bagi warga yang dianggap masih mampu secara ekonomi, tak dapat bagian.

“Datanya sudah di kecamatan. Sudah by name, by address, by phone. Nanti saat pengambilan kita minta yang ambil kepala keluarga atau istrinya yang menandatangani,” sebutnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *