Simak Surat Edaran Walikota terkait Ibadah di Bulan Ramadan saat Pandemi Covid-19

Kabar Baik dari Batam

Simak Surat Edaran Walikota terkait Ibadah di Bulan Ramadan saat Pandemi Covid-19

3 min read

BULAN suci Ramadan sepekan lagi menjelang. Meski Ramadan kali ini berlangsung di tengah penyebaran Covid-19, namun bukan berarti menghalangi untuk beribadah. Tapi sebaiknya tak dilakukan dengan melibatkan massa besar.

“Bagi umat Islam yang akan menyambut bulan suci Ramadan 1441 H, agar tidak melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam bentuk acara khusus,” tutur Walikota Batam sekaligus Ketua Gugus Tugas Percephatan Penanganan Covid-19, H Muhammad Rudi (HMR) di Batam Centre, Jumat (17/4/2020) lalu.

Acara khusus yang dimaksud antara lain, mudik atau pulang kampung dan tradisi menjelang bulan suci Ramadan seperti kenduri, mandi balimau, serta ziarah kubur.

Khusus sahur dan buka puasa, dilakukan secara individu bersama keluarga inti dan tidak perlu sahur di luar rumah maupun buka puasa bersama.

“Buka puasa bersama baik yang diadakan oleh lembaga pemerintah, swasta, organisasi kemasyarakatan, masjid, musala, maupun kelompok masyarakat tertentu ditiadakan,” tegasnya.

Selanjutnya, salat tarawih dilaksanakan di rumah masing-masing bersama keluarga inti dan tidak melakukan salat tarawih di tempat ibadah maupun tarawih keliling (safari Ramadhan).

Tausiyah Ramadhan yang mengumpulkan dan melibatkan jamaah di masjid maupun musala ditiadakan. Sedangkan tadarus Alquran dilakukan di rumah masing-masing.

Peringatan Nuzulul Quran yang bersifat menghadirkan orang banyak juga ditiadakan. Umat muslim juga diimbau tidak melakukan i’tikaf pada 10 hari terakhir Ramadan baik di masjid maupun musala.

“Tidak perlu melakukan takbir keliling pada malam Idul Fitri. Cukup melakukan takbiran di dalam masjid oleh satu atau beberapa orang saja dengan menjaga jarak,” pesannya.

Salat Idul Fitri di masjid atau lapangan yang umumnya menghadirkan orang banyak juga ditiadakan.

Begitu juga dengan silaturahmi atau halal bi halal yang melibatkan orang banyak akan ditiadakan. Silaturahmi dapat diganti dengan menggunakan video call atau melalui sosial media lainnya.

“Bagi setiap umat Islam tetap membayar zakat fitrah dan zakat mal. Sedangkan petugas pengumpul dan pendistribusian tetap melakukan tugasnya sesuai ketentuan Menteri Agama Republik Indonesia dan Badan Amil Zakat Nasional dengan memperhatikan keamanan dan kewaspadaan atau memberlakukan protokol kesehatan, dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter, tidak bersalaman, tidak bersentuhan, dan memakai masker,” paparnya.

Pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, camat, dan lurah akan melakukan pengawasan secara ketat.

Termasuk aktivitas pasar Ramadan, pusat perbelanjaan, kafe/restoran/rumah makan, tempat hiburan, serta kegiatan berkumpul sore (ngabuburit) menjelang buka puasa yang berpotensi menimbulkan keramaian.

“Kami harap warga masyarakat dapat saling mengingatkan dengan sesama anggota keluarga, tetangga, dan masyarakat sekitar. Serta memberikan informasi kepada Gugus Tugas Penanganan Covid-19 apabila ada warga masyarakat yang menunjukkan gejala terpapar Covid-19,” pesannya.

> MASUKAN dari MUI & FKPD BATAM
Hingga Jumat lalu, ada 1.685 orang dalam pemantauan (ODP), 142 pasien dalam pengawasan (PDP), dan 29 orang positif Covid-19 di Kota Batam.

“Ini menjadi perhatian khusus kita. Hari ini surat edaran akan saya layangkan terkait larangan kegiatan yang mengumpulkan massa, baik itu umum maupun kegiatan keagamaan,” tutur HMR di Batam Centre, Jumat (17/4/2020) lalu.

Surat edaran yang dimaksud bernomor 40/KESRA/2020. Berisikan tentang Pembatasan Kegiatan Keagamaan di Kota Batam serta Penyesuaian Aktivitas Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1441 H sebagai Upaya Bersama dalam Pencegahan Penyebaran Pandemi Covid-19.

Surat ini diterbitkan merujuk Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor : SE 6 Tahun 2020 Tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di Tengah Pandemi Covid-19 Rujukan lainnya yaitu Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 14 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19 dan Surat Keputusan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 451.1/593/B.KR-SET/2020 tentang pelaksanaan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di Provinsi Kepulauan Riau.

Surat Walikota ini menyebutkan bahwa berdasarkan masukan dalam Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Batam maka semua aktivitas keagamaan supaya tidak dilaksanakan di rumah ibadah.

Semua diganti dengan aktivitas keagamaan di kediaman masing-masing. Baik agama Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, dan Konghucu. Berlaku sejak surat edaran ini diterbitkan sampai batas waktu yang akan diberitahukan kemudian. ***
______
Sumber: Media Center Pemko Batam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Katabatam.com | Newsphere by AF themes.